News Room, Selasa ( 25/06 ) Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, pemerintah terus mengupayakan agar penyaluran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) berjalan lancar. Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Hatta Rajasa memaparkan, pemerintah menargetkan 1 Juli 2013 mendatang seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia sudah menyalurkan dan BLSM kepada 15,5 juta Rumah Tangga (RT). “Harapan kita agar PT. Pos (PT. Pos Indonesia) mempercepat menyalurkan kartu-kartu (Kartu Perlindungan Sosial/KPS) yang sebagian masih harus diserahkan. Pada tanggal 1 Juli 2013 diharapkan di seluruh Kabupaten/Kota se Indonesia sudah tersalurkan,”ujarnya saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, kemarin (24/06). Hatta menjelaskan, sejauh ini PT. Pos Indonesia telah menyalurkan BLSM di 14 Kota. Proses penyaluran bantuan tahun ini, imbuh dia, jauh lebih tertib dari pada 2005 dan 2008, saat kenaikan harga BBM juga terjadi. Sebab, penyaluran BLSM kali ini menggunakan KPS. Penggunaan KPS memungkinkan BLSM tersalurkan tepat sasaran. “Mengapa lebih tertib, karena diberi tahu jam-nya. Kapan mengambil, dan yang mengambil itu berbeda dengan tahun 2005, 2008, karena mereka yang betul-betul memegang kartu. Kalau dulu kan kupon. Kupon ini bisa dititipkan, orang juga bisa menjualnya, sehingga kesan tidak tepat sasaran itu tinggi. Kalau sekarang, kalaupun ada, ketidak tepatan sasaran kecil sekali,”terangnya. Meski begitu, Hatta menekankan agar masyarakat ikut memantau proses penyaluran BLSM. Disamping itu, dia berharap publik tidak terburu-buru berspekulasi terkait dengan kemungkinan kenaikan harga. Sebab, menurut dia, sejauh ini kenaikan harga barang masih berada di batas normal. “Memang ada kenaikan, karena memang menjelang puasa, menjelang lebaran. Karena itu, yang penting mari kita pantau harga-harga. Jangan sampai ada yang berspekulasi terhadap harga,”tutur Hatta. Buka hanya itu, politikus senior yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut juga berharap para pengusaha angkutan, tidak seenaknya menaikkan harga, sehingga terlalu membebani masyarakat. ( JP, Esha )