Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-07-2011
  • 1101 Kali

Bom Ikan "Bondet", Ancaman Terbesar Di Sumenep

News Room, Jum’at ( 01/07 ) Ancaman terbesar yang kerab melanda wilayah hukum Polres Sumenep, adalah bom ikan (bondet). Sejak Januari hingga Juni 2011, sudah 2 kasus ledakan bondet yang ditangani Tim Penyidik Polres setempat. Dua kasus ledakan bondet itu, terjadi di tempat kejadian perkara (TKP) berbeda, yakni di Kecamatan Guluk-guluk dan Batuputih. Kapolres Sumenep, AKBP Susanto mengakui, jika ancaman terbesar di Sumenep memang bondet. "Kami selalu waspada terhadap segala kemungkinan dengan tindakan antisipasi dini, meski untuk ancaman bahan peledak (handak) lainnya di Sumenep, masih kondusif,"kata Susanto, di Mapolres Sumenep, Jum’at (01/07). Susanto mengemukakan, pengamanan disemua sektor ditingkatkan, meski jumlah personel di Polres Sumenep masih minim. "Kekuatan anggota di Polres Sumenep, baru 826 personel. Sedangkan jumlah idealnya 1.700 personel. Jadi, kami sangat kekurangan personel sekitar 900-an,"terangnya. Kekurangan kekuatan polisi ini, kata Susanto, merata diseluruh wilayah Jawa Timur, namun pihaknya mengatasi dengan memaksimalkan jumlah personel yang ada dan meningkatkan kinerja. "Selama ini, kami atasi kekurangan personel dengan memaksimalkan personel dengan meningkatkan kinerja. Sikap waspada selalu kami terapkan pada masing-masing anggota,"ungkapnya. Susanto juga meminta sikap siaga personel kepolisian di Sumenep, terus diterapkan. "Situasi kondusif jangan sampai membuat polisi lengah dengan santai-santai. Karena, ancaman kejahatan bisa terjadi setiap waktu. Polisi harus tetap waspada. Namun, untuk sementara situasi di Sumenep masih kondusif,"pungkasnya menambahkan. ( Nita, Esha )