Media Center, Jumat ( 27/12 ) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendata sebanyak 55 rumah rusak akibat diterjang angin kencang.
Data itu merupakan bencana alam yang menerjang kawasan Sumenep selama bulan Desember 2019.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Dr. R. Abd. Rahman Riadi, SE, MM memaparkan, 55 rumah warga yang rusak akibat diterjang angin puting beliung, terbagi di empat kecamatan baik daratan maupun kepulauan.
"Rinciannya, kejadian pada 3 Desember terdapat 23 rumah yang rusak, yakni 16 rumah di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru. Kemudian 3 rumah di Desa Ellak Daja dan 4 rumah Desa Ellak Laok, di Kecamatan Lenteng,” tuturnya, Jumat (27/12/2019).
Kemudian kata Rahman, pada tanggal 9 dan 12 Desember angin puting beliung juga menghantam Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Desa Ketawang Daleman, dan Desa Guluk-Guluk di Kecamatan Guluk-Guluk.
“6 rumah di Desa Pagerungan Besar, dan 26 rumah di Kecamatan Guluk-Guluk, jadi totalnya 55 rumah,” paparnya.
Rahman menuturkan, untuk sementara bencana alam yang melanda Kabupaten Sumenep, berupa angin puting beliung.
"Untuk korban dari peristiwa itu, kami sudah upayakan bantuan mulai dari sembako, terpal khusus rumah yang atapnya mengalami kerusakan. Bahkan, bantuan stimulan dana sesuai dengan kondisi kerusakannya juga sudah kita siapkan,” ujarnya.
Mantan Sekretaris Bappeda Kabupaten Sumenep ini meminta kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada ketika hujan deras disertai angin kencang
"Lebih baik berteduh di tempat yang aman, tapi jangan di bawah pohon. Karena dikhawatirkan roboh saat angin kencang," pintanya. ( Nita, Fer )