Sumenep-Infokom News Room : Akibat banyaknya KK miskin yang belum terdata guna mendapatkan PKPS-BBM Subsidi Langsung Tunai (STL), Biro Pusat Statistik (BPS) Sumenep akan melakukan pendataan ulang, untuk mengajukan KK miskin yang tidak menerima STL kepada pemerintah pusat. Demikian ditegaskan Ketua Komisi D DPRD Sumenep, KH. Imam Hasyim, SH usai mengadakan pertemuan dengan BPS, Rabu (19/10) kemarin. Hanya saja menurut KH. Imam Hasyim, KK miskin yang akan diajukan BPS itu belum tentu diterima semua, sebab untuk menentukan jumlah KK miskin tambahan bergantung dari Pemerintah Pusat. Namun yang pasti bagi KK miskin susulan yang belum terdaftar untuk mendapatkan STL tahap kedua, yakni Januari hingga Maret 2006, mereka akan dimasukkan pada tahap selanjutnya. Bahkan KK miskin susulan yang menerima STL itu, awal tahun 2006 tetap akan menerima uang penuh, artinya penerimaan STL itu terhitung bulan Oktober 2005 hingga Maret 2006. KH. Imam Hasyim menambahkan, kesalahan pendataan KK miskin yang terlanjur menerima Kartu Kompensasi BBM (KKB) dan menerima Subsisdi Langsung Tunai itu, untuk tahap kedua pada awal tahun 2006, mereka tidak akan menerima STL, dan KKB-nya akan ditarik. Seperti yang diinformasikan sebelumnya, puluhan masyarakat KK miskin asal Desa Payudan Dundang, Desa Pordapor dan Batu Ampar Kecamatan Guluk-guluk yang mendatangi Komisi D DPRD Sumenep, karena mereka merasa yang berhak mendapatkan Subsidi Langsung Tunai, namun kenyataannya mereka tidak terdaftar. Bahkan mereka menilai penyaluran STL itu salah sasaran, sebab KK yang menerima didaerahnya itu tergolong KK mampu. ( Yasik, Esha )