Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-06-2014
  • 464 Kali

Bulan Mei, Sumenep Mengalami Inflasi Sebesar 0,08 Persen

News Room, Rabu ( 04/06 ) Pada bulan Mei 2014, Kabupaten Sumenep mengalami Inflasi sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,78. Laju inflasi Sumenep ini dibawah Jawa Timur sebesar 0,21 persen dan Nasional 0,16 persen. Dari 8 kota IHK di Jawa Timur, Inflasi Sumenep berada di posisi keenam. Inflasi tertinggi terjadi di Jember sebesar 0,43 persen, diikuti Malang 0,37 persen, Surabaya dan Madiun masing-masing 0,17 persen, Probolinggo 0,12 persen, Sumenep 0,08 persen, Banyuwangi 0,05 persen dan Kediri 0,02 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno, melalui Kepala Seksi Distribusi, Drs. Kadarisman, menjelaskan, terjadinya Inflasi bulan Mei di Sumenep ini, disebabkan beberapa kelompok komoditas. "Inflasi bulan Mei terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,40 persen; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,19 persen; kelompok kesehatan 0,29 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,22 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,22 persen," kata Kadarisman, Rabu (04/06). Ia mengungkapkan, jika dilihat dari tingkat inflasi tahun kalender, sejak Januari sampai dengan Mei 2014 sebesar 1,11 persen. "Inflasi tahun kalender ini, Sumenep masih dibawah Jawa Timur sebesar 1,80 persen dan Nasional sebesar 1,56 persen," terangnya. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (Mei 2014 terhadap Mei 2013) sebesar 6,31 persen, Jawa Timur 7,04 persen dan Nasional sebesar 7,32 persen. ( Nita, Fer )