News Room, Senin ( 31/08 ) Penebusan beras untuk rakyat miskin (raskin) pada bulan Ramadan ini dinilai sangat rendah dibanding bulan sebelumnya. Semestinya, penebusan mengalami kenaikan, karena raskin tersebut dibutuhkan oleh masyarakat miskin. Koorlap Raskin Gudang Depot Logistik (Dolog) Kabupaten Sumenep, Ainol Fatah mengatakan, hingga akhir bulan Agustus ini yang menebus raskin baru 5 Kecamatan, yakni Kecamatan Giligenting, Ganding, Dasuk, Gayam dan Kecamatan Raas. Sedangkan Kecamatan lainnya belum melakukan penebusan raskin tersebut. “Mulai menjelang puasa, penebusan raskin agak lambat, padahal pada bulan puasa ini raskin sangat dibutuhkan oleh masyarakat miskin. Kami tidak tahu apa kendalanya,†terang Ainul, pada wartawan di kantornya, Senin (31/08). Ia menjelaskan, pihaknya sudah berusaha melakukan koordinasi dengan instansi terkait, agar secepatnya menebus raskin. Karena, persediaan raskin di gudang Dolog menumpuk. “Untuk persediaan raskin saat ini, jumlahnya sudah mencapai 3.200 ton,†katanya. Ainol menyayangkan dengan sikap beberapa Kecamatan yang kurang proaktif untuk menebus raskin, sebab sejak bulan Mei 2009 lalu masih ada yang belum ditebus, yakni jatah Kecamatan Kota Sumenep, Bluto dan Kecamatan Masalembu. “Adapun Kecamatan lain yang juga belum ditebus sejak bulan Juli lalu, yakni Kecamatan Saronggi, Pragaan, Gapura dan Kecamatan Sapeken,â€Âungkapnya. Untuk itu, pihaknya berharap agar aparat Kecamatan maupun Perangkat Desa lebih memperhatikan penebusan raskin, yang sangat dibutuhkan warga miskin tersebut, terutama menjelang perayaan Idul Fitri 1430 Hijriyah tahun 2009. ( Nita, Esha )