News Room, Jumat ( 09/03 ) Rendahnya hasil eksploitasi minyak di Pulau/Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken, mulai ditinggalkan PT. Kangean Energy Indonesia (KEI). Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, belum mengetahui hengkangnya perusahaan pengelola minyak tersebut. Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si menjelaskan, hingga saat ini belum ada informasi dari BP Migas maupun pemerintah pusat, terkait bergesernya PT. KEI dari Sepanjang. “Kami sifatnya hanya menunggu saja. Karena, yang wewenang adalah pemerintah pusat bersama BP Migas. Tapi, sampai sekarang tidak ada informasi, bahwa PT. KEI pindah dari Sepanjang, Kecamatan Sapeken,”kata Bupati Sumenep, Jumat (09/03). Bupati mengungkapkan, jika nantinya benar sudah pindah, diharapkan sisa eksploitasi minyak di Sepanjang tetap dikelola oleh PT. KEI, dengan disedot jarak jauh. “Ini hanya harapan, karena kebijakan ada ditangan BP Migas. Untuk perusahaan baru tidak mungkin, sebab prosesnya akan lama. Kemungkinan akan disatukan dengan sumur baru yang akan di bor PT. KEI,”terangnya. Menurut Bupati, berdasarkan informasi yang diterimanya, PT. KEI akan melakukan pengeboran sumur minyak diluar wilayah Pulau Sapeken. “Pengeboran baru jauh dari lokasi pengeboran yang lama. Tapi, kami akan berusaha sisa eksploitasi minyak di Sepanjang bisa dikelola PT. KEI,”ungkapnya. Sebelumnya, keluarnya PT. KEI dari Sepanjang, dikarenakan hasil eksploitasi minyak tidak ekonomis dibandingkan dengan Kabupaten/Kota minyak lainnya di Jawa Timur. Sesuai data Kantor Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, hasil eksploitasi minyak bumi di Pulau Sepanjang menunjukkan angka yang jauh dari harapan. Berkisar antara 1.280 barel oil per day (BOPD) pada Desember 2010, hingga terbesar 4.449 BOPD pada Januari 2011. ( Nita, Esha )