Media Center, Rabu ( 13/12 ) Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si meminta pihak penyelenggara Pelatihan Anyaman Bambu, agar setelah pelatihan hendaknya memantau dan mendampingi peserta, supaya keahliannya berkembang.
Bahkan kalau ada peserta potensinya baik dan mau berkembang, bisa mendapat pendampingan lanjutan atau merekomendasikan dalam wirausahawan muda Kabupaten Sumenep di tahun berikutnya.
“Suksesnya penyelenggaraan pelatihan, apabila peserta pelatihan bisa merealisasikan ilmu pengetahuannya saat mengikuti pelatihan, termasuk penyelenggara memantau perkembangan peserta pelatihan, sehingga pelatihan itu benar-benar memberikan manfaat kepada peserta,”kata Bupati pada pembukaan Pelatihan Anyaman Bambu di SKD Batuan, Rabu (13/12).
Bupati mengungkapkan, peserta mengikuti Pelatihan Anyaman Bambu bukan karena faktor paksaan dari pihak manapun dan ikut pelatihan hanya ingin mendapatkan bantuan semata.
“Saya menginginkan agar peserta pelatihan itu tidak lain hanya untuk menambah ilmu pengetahuannya dalam mengembangkan usaha dan kreatifitas, dengan harapan setelah pelatihan bisa menghasilkan karya yang bernilai, guna menunjang kesejahteraan hidupnya,”imbuhnya.
Ia mengungkapkan, modal dasar untuk sukses melalui kemampuan teknis yang bisa diperoleh dengan belajar sendiri atau melalui pendidikan dan pelatihan.
“Sedangkan kemampuan lainnya adalah kemampuan mengelola diri sendiri, dan orang lain yang berkaitan dengan perilaku dan sikap dalam hidupnya,”pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumenep, Ny. Nurfitriana Busyro selaku Ketua Penyelenggara Pelatihan mengatakan, peserta pelatihan diikuti sebanyak 50 orang dan dilaksanakan selama 2 hari, sejak tanggal 13 hingga 14 Desember 2017.
“Tujuan dilaksanakannya
pelatihan tersebut adalah untuk membangun kreatifitas dan inovasi, agar mampu
bersaing di pasar domestik serta global tentang budaya dan hasil kerajinan
bambu masyarakat Sumenep,” tegasnya. ( Yasik, Esha )