Media Center, Kamis ( 25/10 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep mengadakan silaturrahim dengan ulama dan umara se-Kabupaten Sumenep dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2018, di Pendopo Agung Keraton setempat, Kamis (25/10).
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si menyampaikan, kaum santri harus terlibat secara langsung pada proses pembangunan, sehingga kaum santri jangan hanya berada di luar atau di pinggir pelaksanaannya.
Itu dilakukan karena kaum santri juga memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dengan ide pemikirannya.
“Jadi ini yang harus menjadi pemikiran kita semua bahwa kaum santri tidak lagi ada di pinggiran pembangunan seperti di bidang ekonomi, pendidikan dan politik. Bahkan jika kaum santri terlibat di dalam pelaksanaan pembangunan pasti luar biasa pembangunan bangsa ini.” kata Bupati.
Bupati menyatakan, agar kaum santri menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan hendaknya mampu membaca dan memanfaatkan segala peluang di daerah, seperti membuka usaha semisal penginapan yang menjadi kebutuhan untuk mendukung program Pemerintah Daerah yakni Tahun Kunjungan Wisata.
“Saya mendukung kalau ada kaum santri atau ulama untuk mendirikan penginapan di Sumenep dari pada orang lain yang mengelola hotel, sebab kalau pengelola hotel kaum santri pasti jelas dari sisi manajemen berbasis kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan agama dan norma-norma masyarakat Sumenep.” imbuhnya.
Bupati menyatakan, Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya melalui sektor pariwisata, sehingga sejak tahun ini mengadakan rangkaian kegiatan sebagai promosi potensi wisata di Kabupaten Sumenep.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai tahun ini memang banyak kegiatan sejak awal hingga akhir tahun, tujuannya mengajak masyarakat luar daerah berkunjung ke Sumenep, sehingga kehadiran masyarakat luar Sumenep mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.” pungkasnya. ( Yasik, Fer )