News Room, Kamis ( 14/11 ) Sebanyak 448 kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) dan kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Sumenep mendapat bantuan peralatan untuk membantu meningkatkan usahanya. Pemberian bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si di halaman depan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Kamis (14/11). Usai pemberian bantuan, Bupati Sumenep kepada sejumlah wartawan mengaku, pemberian bantuan yang diberikan kepada para pengusaha kecil dan memengah di Sumenep itu merupakan bentuk perhatian terhadap para pengusaha kecil dan menengah, agar nantinya bisa lebih meningkatkan usahanya. “Syukurlah dari sisi anggaran ada kenaikan dari tahun sebelumnya, jika tahun 2012 sekitar Rp. 2,8 milyar, untuk tahun 2013 ini naik menjadi Rp. 3,7 milyar lebih,”ujarnya. Bahkan tegas Bupati, bantuan yang diberikan tahun ini bisa menjangkau 448 kelompok usaha kecil dan menengah di Sumenep. Karena itu pihaknya berharap, melalui dana stimulan tersebut para pengusaha kecil dan menengah dibawah terus bersemangat dan ada spirit untuk lebih maju dari usaha yang ada sekarang. Apalagi, diera globalisasi saat ini yang tidak mungkin menolak dari barang dari luar yang selama ini memang bagus dan menjadi kebutuhan kita. Untuk itu para pengusaha kecil dan menengah, jangan pernah menyerah untuk meningkatkan usahanya, tingkat regulasi dan investasi. Dan salah satu bentuk upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan memudahkan aturan perijinan dengan satu atap. “Saya harapkan semua bisa lebih berkembang, sebab tantangan kedepan semakin berat. Dan menjadi pengusaha dan pebisnis jangan nanggung dan harus lebih menjanjikan,”tambahnya. Sementara Kepala Disperindag Kabupaten Sumenep, Drs. H. Saiful Bahri, M.Si menjelaskan, kegiatan pemberian bantuan berupa hibah peralatan yang merupakan program pengembangan industri kecil dan menengah Kabupaten Sumenep tahun 2013. “Dengan total anggaran yang diberikan naik sekitar 76 persen dari tahun sebelumnya, yakni untuk tahun 2012 sebesar Rp. 2,8 milyar lebih untuk 180 IKM, dan ditahun 2013 sebesar Rp. 3,7 milyar lebih yang diberikan untuk 448 IKM,”jelasnya. Yakni, berupa bantuan alat teknologi industri bagi UKM dan IKM, seperti pengrajin keris, meubel, servis, serta beberapa kemasan produk unggulan, kemasan dan siler plastik dan semacamnya. Timbangan dan meja bagi penghasil tembakau, pembinaan dan fasilitasi perbengkelan dengan bantuan kompresor, untuk asongan dan PKL berupa alat gorengan dan meja jualan, serta untuk pengembangan UKM kepada pengusaha petis ikan, serta usaha keluarga, seperti mesin obras, jahit, nici dan semacamnya. ( Ren, Esha )