News Room, Jumat ( 05/04 ) Dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Dunia (HKD) 2013 pada tanggal 07 April besok, Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar bhakti sosial pada Jum’at bersih, dengan membersihkan Kali Marengan. Kegiatan Bhakti yang dimulai oleh Bupati Sumenep, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah hingga seluruh PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep serentak melaksanakan bersih-bersih kali sepanjang sungai dari Kelurahan Pajagalan Kecamatan Kota Sumenep hingga Desa Marengan Laok Kecamatan Kalianget. Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si kepada sejumlah wartawan usai melakukan kerja bhakti di Sungai Marengan “Geladak Rantai” mengungkapkan, kegiatan dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Dunia di Sumenep memang sengaja dimulai dengan melakukan bersih-bersih. Seperti halnya yang dilaksanakan hari itu. Tak tanggung-tanggung Bupati terjun langsung kedalam Kali Marengan, yang penuh sampah. Satu per satu sampah plastik, rumput dan dahan ranting dikumpulkan lalu diangkut menggunakan mobil kebersihan. “Kami ajak semua eksekutif untuk memberikan contoh kepada masyarakat, karena untuk sehat memang harus diawali dengan bersih-bersih,”ujarnya. Bahkan, pihaknya berharap nantinya, bersama masyarakat dapat terus dilakukan kegiatan bersih-bersih tersebut dua kali dalam sebulan. Meskipun tidak harus di Kalai Marengan, namun bisa dilaksanakan di tempat lainnya di Sumenep. Sementara Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Sumenep, Ir. Eri Susanto, M.Si menjelaskan, selama ini pihaknya baru melaksanaka pembersian kotoran di sepanajang Kali Marengan dengan menggunakan petugas yang hampir setiap hari melakukan pembersihan di lokasi yang kotor. Sedangkan untuk program khusus pengerukan aliran sungai Marengan memang belum ada di tahun 2013 ini. hanya saja untuk tahun ini memang baru ada pembuatan parapet (pembatas sungai) yang merupakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013. “Pembangunan parapet ini dilakukan sepanjang Kali Marengan untuk di tinggikan. Karena, setiap hujan deras selama 2 jam lebih mengguyur wilayah Kota Sumenep, Kali Marengan hampir tidak mampu menampung air,”katanya. ( Ren, Esha )