News Room, Kamis ( 23/07 ) Jumlah orang lanjut usia (lansia) Indonesia, yaitu yang berusia 60 tahun keatas kini sekitar 20 juta orang. Secara kuantitatif, jumlah tersebut sangat besar, setara dengan jumlah penduduk Australia atau Malaysia. Jumlah itu dapat menjadi potensi yang sangat besar atau bahkan menjadi yang besar pula. Namun hal ini tergantung bagaimana mengatasinya. Demikian ditegaskan Camat Batang-batang, Drs. RM. Fatah Effendi ketika membuka acara sosialisasi Karang Werda, Kamis (23/07) di Pendopo Kecamatan setempat yang diikuti 50 orang peserta. Fatah Effendi memaparkan, yang sering terjadi adalah masyarakat tidak cukup mengetahui dan mengerti tentang permasalahan orang usia lanjut di Indonesia, yang sebenarnya. Oleh karena itu sangat terasa bahwa masyarakat kurang peduli dan tentu saja kurang perperan. Fatah Effendi mengatakan, usia tua dan usia muda itu sering dipertentangkan di masyarakat, diantaranya kapan yang muda bisa naik, kalau yang tua masih bercokol. Orang-orang tua, sudahlah, mau apa lagi, kini gilirang yang muda, maka minggirlah, istirahatlah saja untuk menikmati sisa hidup. Dan anak-anak muda yang hanya berharap warisan harta kekayaan dari orang tuanya, bahkan ada pula yang ingin memperolehnya sebelum orang tuanya meninggal dunia. “Ini kesalahan pola pikir yang tidak boleh terjadi, sebaliknya ada pula anak-anak muda yang memang lebih mandiri, lebih kreatif dan inovatif, sehingga sikapnya sangat berbeda bagi orang tuanya, yaitu sangat positif dan menghormatinya,â€Âkata Fatah Effendi. Camat mengajak kepada para Lansia untuk tetap giat dalam berorganisasi, bidang wirausaha, aksi nyata, menjaga kesehatan, serta memberikan contoh yang baik kepada para pemuda. Sementara yang memberikan materi sosialisasi ini diantaranya Sekretaris Kecamatan, Purwo Edy Prawito, S.STP, dan Kasie Kesejahteraan Rakyat, H. Ismail. ( JuP-18, Esha )