Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-11-2010
  • 449 Kali

Camat Masalembu Respon Pemkab Ijinkan BBM Diluar APMS

News Room, Sabtu ( 06/11 ) Upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk merealisasikan pedagang diluar Agen Premium, Minyak dan Solar (APMS) diberi kesempatan untuk memasok Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah kepulauan melalui rekomendasi, disambut baik masyarakat kepulauan, khususnya di Kecamatan Masalembu. Hal tersebut diungkapkan Camat Masalembu, Mohammad Mansyur, S.Sos ketika dihubungi melalui telepon selulernya mengungkapkan, keluhan warganya yang kesulitan membeli BBM memang harus dicarikan solusi. Karena jatah yang ada APMS setempat sangat jauh dibandingkan kebutuhan masyarakat. “Kebijakan Bupati untuk memberikan kesempatan pada pedagang diluar APMS itu, guna mengatasi kelangkaan BBM yang terjadi di kepulauan selama ini diharapkan oleh masyarakat,”ujarnya. Karena itu, pihaknya sangat berharap seperti yang diungkapkan Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Sumenep, Drs. H. Suprayugi, M.Si untuk memberikan kesempatan bagi pedagang diluar pengusaha APMS dalam memasok BBM ke Pulau Kangean dan Masalembu, disambut baik warga. Apalagi dari hasil evaluasi, akibat kelangkaan BBM di Pulau Kangean dan Masalembu memang terjadi, karena kebutuhan tidak sebanding dengan pasokan BBM dari pengusaha APMS. Sebab, disamping penggunaan bahan bakar untuk keperluan rumah tangga, juga untuk penggunaan perahu motor bagi nelayan, sehingga persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kepulauan Masalembu, sulit tercukupi. Karena, subsidi yang dikeluarkan APMS saat ini hanya 160 KL, sementara untuk kebutuhan perahu nelayan saja lebih dari 800 perahu nelayan. Bahkan, dengan adanya kenaikan harga akan lebih berdampak kepada masyarakat, sementara yang diuntungkan hanya kepada pengusaha yang mendapatkan subsidi, sehingga harga di masyarakat akan melambung dari ketentuan. Dijelaskan, harga yang berlaku sebelumnya di Kepulauan Masalembu yakni Rp. 5.500,00 hingga Rp. 6.000,00 per-liter menjadi sebesar Rp. 6.000,00 hingga Rp. 6.500,00 per-liter. Sedangkan kebutuhan setiap bulannya sekitar 200-300 KL. ( Ren, Esha )