Sumenep-Kominfo News Room : Untuk lebih meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan ketaqwaan secara individual, tidak perlu berharap fahala ataupun apapun bentuknya, sebab puasa yang kita lakukan sangat tergantung pada sikap dan sifat penghambaan manusia kepada Al-Khaliq, sebagai bentuk nyata ubudhiyah amalan ibadahnya seharai-hari. Hal ini disampaikan Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM, Jum’at pagi (21/09), di Gedung KORPRI Sumenep di hadapan para jama’ah pengajian bulan Ramadlan minggu II, yang diikuti para Kepala Dinas, Badan, Kantor, Bagian serta unsur KORPRI, TNI, Polri di Kabupaten Sumenep. Bupati mengharapkan, walaupun aktifitas dan secara kwantitas, pengajian Ramadhan ini biasa-biasa saja. Namun agar ada nilai tambah yang didapat dari amalan yang kita laksanakan ini, sehingga akan terbentuk sifat dan sikap yang jujur melaksanakan amanah yang di amanatkan pada kita melakukan pelayanan yang baik kepada masyarakat di Kabupaten Sumenep. Ceramah Agama Islam yang dikemas dengan bentuk Siraman Rohani Islam pada setiap Bulan Puasa Ramadlan ini disampaikan oleh KH. Habib Muksin Al-Hinduan yang pada pokoknya mengatakan, bahwa pelipat gandaan fahala di bulan Suci Ramadlan ini karena Firman Allah SWT sendiri yang mengatakan, puasa itu punya-Ku dan Aku sendiri yang akan membalas-Nya. Untuk itu diharapkan kepada para jama’ah pengajian untuk selalu introspeksi diri dalam melaksanakan ibadah sirri ini, memelihara dan menjauhkan diri dari segala bentuk pekerjaan dan perbuatan yang membatalkan dan merusak puasa, seperti berbicara bohong, menggunjing orang lain dan menghianati sesamanya dan lainnya, sehingga puasa kita sia-sia belaka. ( Mur, Esha )