News Room, Senin ( 01/08 ) Setelah melaksanakan kegiatan pelatihan membatik bagi para pemuda melalui Bina Jiwa Wirausaha Mandiri yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, diharapkan para pemuda sudah bisa membuka peluang usaha batik yang bercirikan khas Sumenep. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Drs. Agus Rachman Santosa. Menurutnya, para peserta harus terus berkarya, dengan memproduk batik, selaras dangen icon Sumenep, seperti batik Labang Mesem, Ayam Bekisar, Kerapan Sapi, Sapi Sonok dan lainnya. “Ciri khas Batik Sumenep betul-betul bisa lebih dikenal dan dikembangkan melalui karya produk yang bisa dijual kepada para wisatawan yang datang ke Sumenep,”ujarnya. Sebab, sebenarnya batik Sumenep memiliki corak dan bentuk, serta type batik yang cendrung beda dengan batik produk Madura lainnya maupun luar Madura. Karena itu, Agus mengaku akan terus menghimbau para pemuda yang sudah dilatih, agar tidak berhenti untuk berusaha dengan tekun serta berani dan jangan takut untuk gagal. Karena itu, pihaknya juga akan menindak lanjuti kegiatan tersebut dengan melaksanakan lomba desain membatik. Dan dari 10 pemenang nantinya bisa dibina Jiwa Wirausahanya secara khusus, sehingga bisa memasarkan karyanya melalui manajemen yang baik dan terorganisir. “Kita akui, selama ini Sumenep belum bisa memberikan cindera mata karya batik yang merupakan ciri khas Sumenep sendiri, karena cindera mata yang dijual di tempat wisata ternyata banyak dihasilkan dari luar Sumenep,”tambahnya. Keprihatinan tersebut menurut Agus, hendaknya bisa direspon instansi terkait, sehingga nantinya bisa bekerjasama untuk mengembangkan potensi yag sebenarnya masih terpendam di Sumenep ini. Diantaranya melalui Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Disperindag, Disnakertrans dan sebagainya. “Dengan karya ciri khas batik Sumenep, mungkin bisa semakin mengenalkan keberadaan wisata yang ada di Sumenep,”pungkasnya. ( Ren, Esha )