Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-12-2017
  • 1377 Kali

Cita-cita Kades Tonduk, Hj. Sri Hajati Bangun Pulau Putri

Media Center, Jumat ( 22/12 ) Berawal dari cita-cita mulia seorang wanita bernama Hj. Sri Hajati yang ingin membangun daerahnya, Desa Tonduk, Kecamatan Raas yang berada jauh di salah satu kepulauan terpencil di Kabupaten Sumenep.

Dengan sebuah tekad dan keyakinannya, ibu 2 orang putri ini diberi amanah sebagai Kepala Desa Tonduk sejak tahun 2015 silam. Istri H. Beni Salim ini rupanya mampu membaca kebutuhan dan potensi sumber daya alam dan manusia yang ada di sana, dengan potret kondisi ekonomi, pendidikan dan sosial budaya masyarakat di bumi tempatnya dilahirkan dan dibesarkan ini.

“Saya hanya ingin mewujudkan mimpi saya dan harapan masyarakat, agar Desa ini dengan sumberdaya yang ada, bisa maju seperti Desa-desa lainnya,”ungkapnya kepada Media Center, Jumat (22/12).

Kades muda ini bersyukur, sejak tahun 2016 Alokasi Dana Desa (ADD) yang masuk ke Desa dari pusat itu naik signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Praktis cita-cita untuk membangun Desanya itu bisa diwujudkan secara bertahap, sehingga tampak Desa yang dulunya biasa, saat ini pembangunannya sudah luar biasa.

Sejumlah keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan di Desa Tonduk, seperti dermaga perahu yang sudah mulai dibangun dalam 2 tahap di tahun 2016, dan dilanjutkan pembanguannya di tahun 2017 ini.

Bahkan, Hj. Sri Hajati juga tetap mengusulkan dalam rencana anggaran tahun 2018 untuk melanjutkan pembanguan dermaga yang menjadi tumpuan masyarakat Desanya.

“Sebab, sebelum ada dermaga, masyarakat nelayan sangat kesulitan untuk menambatkan perahunya, utamanya di saat air laut sedang surut,”jelasnya.

Berbicara potensi Desa Tonduk sendiri, ibu muda alumni Pondok Pesantren Sukorejo, Situbondo ini sangat antusias memaparkan segala potensi yang selama ini masih terpendam. Karena itu, pihaknya masih berharap besar, berbagai program masuk ke Desanya, tidak hanya yang dianggarkan melalui Dana Desa, namun juga berharap dari instansi terkait, mulai Kabupaten hingga pusat.

Apalagi, Desanya sempat menjadi Desa percontohan dengan penggunaan Dana Desa di bidang pembangunan infrastruktur yang ditayangkan melalui layar monitor pada pembukaan kegiatan Pelatihan Terpadu Pengelolaan Dana Desa yang diikuti seluruh Kepala Desa di Sumenep dan dihadiri Ketua Satuan Petugas (Satgas) Dana Desa, Bibit Samad Rianto belum lama ini.

Sekedar diketahui, Desa Tonduk yang berpenduduk 5.000 jiwa, dengan perbandingan 2.000 penduduk laki-laki, dan 3.000 perempuan ini memperoleh DD tahun 2016 sebasar Rp. 900 juta lebih, dan tahun 2017 naik menjadi Rp. 1.000.422.000,00, sedangkan pada tahun 2018 naik lagi sekitar Rp. 1,7 milyar. ( Ren, Esha )