Media Center, Jumat ( 22/12 ) Berawal dari cita-cita mulia seorang wanita bernama Hj. Sri Hajati yang
ingin membangun daerahnya, Desa Tonduk, Kecamatan Raas yang berada jauh
di salah satu kepulauan terpencil di Kabupaten Sumenep.
Dengan
sebuah tekad dan keyakinannya, ibu 2 orang putri ini diberi amanah
sebagai Kepala Desa Tonduk sejak tahun 2015 silam. Istri H. Beni Salim
ini rupanya mampu membaca kebutuhan dan potensi sumber daya alam dan
manusia yang ada di sana, dengan potret kondisi ekonomi, pendidikan dan
sosial budaya masyarakat di bumi tempatnya dilahirkan dan dibesarkan
ini.
“Saya hanya ingin mewujudkan mimpi saya dan harapan
masyarakat, agar Desa ini dengan sumberdaya yang ada, bisa maju seperti
Desa-desa lainnya,”ungkapnya kepada Media Center, Jumat (22/12).
Kades muda ini bersyukur, sejak tahun 2016 Alokasi Dana Desa (ADD) yang
masuk ke Desa dari pusat itu naik signifikan dari tahun-tahun
sebelumnya. Praktis cita-cita untuk membangun Desanya itu bisa
diwujudkan secara bertahap, sehingga tampak Desa yang dulunya biasa,
saat ini pembangunannya sudah luar biasa.
Sejumlah keberhasilan
pembangunan yang dilaksanakan di Desa Tonduk, seperti dermaga perahu
yang sudah mulai dibangun dalam 2 tahap di tahun 2016, dan dilanjutkan
pembanguannya di tahun 2017 ini.
Bahkan, Hj. Sri Hajati juga tetap
mengusulkan dalam rencana anggaran tahun 2018 untuk melanjutkan
pembanguan dermaga yang menjadi tumpuan masyarakat Desanya.
“Sebab, sebelum ada dermaga, masyarakat nelayan sangat kesulitan untuk
menambatkan perahunya, utamanya di saat air laut sedang surut,”jelasnya.
Berbicara potensi Desa Tonduk sendiri, ibu muda alumni Pondok
Pesantren Sukorejo, Situbondo ini sangat antusias memaparkan segala
potensi yang selama ini masih terpendam. Karena itu, pihaknya masih
berharap besar, berbagai program masuk ke Desanya, tidak
hanya yang dianggarkan melalui Dana Desa, namun juga berharap dari
instansi terkait, mulai Kabupaten hingga pusat.
Apalagi, Desanya
sempat menjadi Desa percontohan dengan penggunaan Dana Desa di bidang
pembangunan infrastruktur yang ditayangkan melalui layar monitor pada
pembukaan kegiatan Pelatihan Terpadu Pengelolaan Dana Desa yang diikuti
seluruh Kepala Desa di Sumenep dan dihadiri Ketua Satuan Petugas
(Satgas) Dana Desa, Bibit Samad Rianto belum lama ini.
Sekedar
diketahui, Desa Tonduk yang berpenduduk 5.000 jiwa, dengan perbandingan
2.000 penduduk laki-laki, dan 3.000 perempuan ini memperoleh DD tahun
2016 sebasar Rp. 900 juta lebih, dan tahun 2017 naik menjadi Rp.
1.000.422.000,00, sedangkan pada tahun 2018 naik lagi sekitar Rp. 1,7
milyar. ( Ren, Esha )