News Room, Rabu ( 08/06 ) Kecenderungan petani tembakau untuk selalu berupaya tetap menanam meskipun cuaca yang kian tidak menentu seperti sekarang ini. Sebab, tembakau masih dianggap tanaman yang bisa memberikan penghasilan besar dibandingkan tanaman lainnya. Risiko rugi seperti yang dialami dalam beberapa tahun terakhir ini, tidak bisa menghalangi para petani yang sudah fanatik terhadap tanaman tembakau ini. Bahkan, bagi pemilik modalpun tidak segan-segan berani menyewa lahan untuk memperbanyak tanaman tembakaunya. Salah seorang pengusaha tembakau Madura asal Kecamatan Lenteng, H. Nadar mengakui, fanatisme para petani maupun pengusaha dalam usaha tembakau tidak pernah surut. Sebab, penghasilan dari tanaman tembakau jika bagus hasilnya bisa untuk kebutuhan hidup selama setahun, bahkan lebih. “Bahkan para pengusaha biasa berspekulasi dengan mencari modal melalui pinjaman dan sebagainya untuk memperbanyak usaha tanaman tembakau,”ujarnya. Pengusaha yang juga Kepala Desa Ellak Daya Kecamatan Lenteng ini mengaku menggeluti bisnis tembakau sejak tahun 1998, menggantikan ayahnya yang sudah lama menggeluti bisnis tembakau pabrikan, sehingga bisa dikatakan sudah banyak makan garam soal bisnis tembakau. Karena itu, H. Nadar ingin memberikan sumbangan pemikiran bagi petani, agar tidak gegabah dalam menanam tembakau, tanpa mengetahui pola penanaman tembakau yang baik. Salah satunya, yakni dalam memilih bibit unggul. Yakni, harus memilih bibit tembakau Madura, dan tidak perlu mencari bibit luar daerah. Karena, bagaimana pun tembakau Madura tetap menjadi primadona yang dibutuhkan pabrik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Sedang kwalitas tembakau Madura yang dipilih oleh pabrik adalah jenis tembakau pegunungan, dengan corak dan aroma yang khas, sehingga dengan tampilan yang memuaskan itu, akan cenderung berbeda dari tembakau yang dihasilkan di tegal apalagi sawah. Yang lebih utama lagi cirri khas tembakau Madura harus tetap dipertahankan dengan tidak mencampur dengan tembakau daerah lain. Sehingga tembakau MAdura tetap menjadi primadona yang dicari pabrikan. Disamping itu petani di harapkan agar menggunakan pupuk dan obat yang dianjurkan oleh pabrik atau pemerintah terkait. Dan tidak ceroboh, dengan menggunakan pupuk yang dilarang oleh pabrik, sehingga apa bila panen nanti, tidak merusak aroma tembakau. “Yang paling penting pula tembakau dipetik sebelum masa petik, hingga mengakibatkan warna tembakau nampak muda setelah dikeringkan. Kalau hal ini terjadi maka harga tembakau cenderung murah, bahkan tidak dibeli sama sekali,”pungkasnya. ( Ren, Esha )