News Room, Rabu ( 03/07 ) Cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi mencapai 3,5 meter membuat sejumlah kapal penumpang tujuan kepulauan seperti Pulau Kangean dan Masalembu tidak berani beroperasi. Akibatnya ratusan penumpang di Pelabuhan Kalianget,Sumenep terlantar. Mereka terpaksa menginap di pelabuhan. Salah satu penumpang tujuan Pulau Masalembu, Buriyati (35), mengatakan, dirinya baru tahu kapal tidak berangkat saat sudah sampai di pelabuhan. Padahal ia bersama puluhan penumpang lainnya tidak punya banyak uang untuk menyewa tempat di penginapan. Sehingga alternatif satu-satunya adalah tidur di pelabuhan sampai menunggu kapal berangkat. "Saya terpaksa tidur disini menunggu kapal berangkat," kata Buriyati (35), Rabu (03/07). Sementara itu, puluhan penumpang tujuan Pulau Kangean sebagian terpaksa tidur di dalam kapal yang masih bersandar di dermaga. Mereka mengaku akan tetap berada di dalam kapal sampai kapal diberangkatkan atau jika cuaca sudah membaik. Ada tiga operator kapal yang melayani lintasan kepulauan yakni kapal perintis KM Sabuk Nusantara 27 yang melayani lintasan Kalianget ke Pulau Masalembu, kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS) 1, dan Kapal Cepat Ekspres Bahari 3C yang melayani lintasan Pelabuhan Kalianget ke Pulau Kangean dan Sapeken. Sementara itu, menurut prakiraan dari BMKG cabang Kalianget, Sumenep, kecepatan angin saat ini mencapai 24 knot atau sekitar 50 kilometer per-jam dan gelombang mencapai 3,5 meter untuk perairan kepulaun Kabupaten Sumenep. Perlu diwaspadai terutama bagi para kapal dan nelayan untuk tidak melakukan aktivitas sementara sampai tujuh hari kedepan. "Cuaca buruk kemungkinan berlangsung sampai tujuh hari kedepan," jelas Joko Sulistiyo, kepala cabang BMKG Cabang Kalianget, Sumenep. ( Detik, YO2k )