News Room, Selasa ( 28/06 ) Cuaca membaik yang terjadi beberapa minggu terakhir, sangat mendukung masyarakat petani garam. Buktinya, sebagian petani garam rakyat di 8 Kecamatan sudah mulai panen. Koordinator Paguyuban Petani Garam Rakyat Sumenep (Peras), Hasan Basri, Selasa (28/06) mengatakan, saat ini sebagian kecil petani garam rakyat mulai panen, meskipun hasilnya belum maksimal. Hasil koordinasi dengan jajarannya di Kecamatan, kata dia, panen perdana yang mulai bisa dinikmati sebagian kecil petani itu tersebar secara merata di 8 Kecamatan yang selama ini merupakan wilayah produksi garam rakyat. "Dari 8 Kecamatan itu, petani garam rakyat yang paling banyak panen perdana pada pekan ini tersebar di 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Giligenting, Gapura, dan Kalianget. Harga garam saat ini mencapai Rp. 50.000,00 hingga Rp. 60.000,00/untuk satu sak ukuran kurang lebih 50 kilogram, lumayan tinggi dibandingkan harga sebelumnya,”tegasnya. Hasan Basri menyatakan, untuk sementara, pihak yang membeli garam rakyat hasil panen perdana, yakni pedagang lokal bukan perwakilan pabrikan yang berada di Sumenep, sedangkan perwakilan pabrikan yang berada di Sumenep biasanya membeli garam rakyat ketika panen raya yang pada tahun ini diperkirakan pada akhir Juli 2011 mendatang. ”Kami berharap kondisi cuaca tetap cerah seperti saat ini, agar mendukung produksi garam yang dilakukan petani, sebab pengaruh gangguan cuaca bisa menggagalkan produksi garam,”ungkapnya. Data di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep, lahan garam rakyat setempat seluas 1.988 hektare yang tersebar di 5 Kecamatan di wilayah daratan (Kalianget, Saronggi, Pragaan, Gapura, dan Dungkek) dan 3 Kecamatan di kepulauan (Talango, Giligenting, dan Raas). ( Yasik, Esha )