News Room, Senin (06/10) Ratusan warga miskin di Desa Karamian, Kecamatan Masalembu, mengeluhkan pencairan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilakukan petugas Pos. Sebab, dana BLT yang diterima rumah tangga sasaran (RTS) itu dipotong sebesar Rp50 ribu. Diduga, pemotongan itu dilakukan oleh pihak pos, dikarenakan dana BLT itu seharusnya diterima sebesar Rp700 ribu, tapi kenyataannya warga miskin hanya menerima dana BLT Rp650 ribu. Salah seorang tokoh masyarakat Desa Karamian, Hamka, mengaku tidak habis pikir, kenapa harus ada pemotongan dana BLT. Namun, berdasarkan keterangan pada penerima BLT itu, pemotongan terpaksa dilakukan untuk mengganti uang transportasi menuju Desa Karamian. Dana BLT itu diberikan dengan bentuk pecahan 100 ribuan. “Seharusnya uang itu utuh Rp700 ribu diterima warga miskin. Kami masih bingung, apakah pemotongan itu dilakukan petugas pos, atau dipotong oleh kepala dusun yang mengambilkan dana BLT tersebut. Yang jelas, 100 persen dana BLT bagi warga miskin di Desa Karamian dipotong Rp50 ribu,†terangnya. Sementara itu, Kepala Kantor Pos Cabang Sumenep, Suswanto, ketika dihubungi melalui jaringan telepon membantah, jika pencairan dana BLT bagi warga Desa Karamian ada pemotongan. “Petugas pos memberikan dana BLT itu secara utuh bagi RTS Desa Karamian. Tidak dipotong kok!,†terangnya. Hanya saja, kata Suswanto, pencairan BLT itu diberikan kepada 136 RTS dari jumlah keseluruhan 169 RTS. “Sisanya akan segera kami cairkan juga, ya menyusul cairannya,†katanya.(Nita,Gun )