Media Center, Selasa ( 12/12 ) Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, pemerintah memberikan bantuan penyelenggaraan pendidikan Diniyah dan Guru swasta tahun ini mencapai Rp. 6,1 miliar untuk 1.421 lembaga penerima.
Harapannya, dengan adanya bantuan itu mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Sumenep pada masa mendatang, karena jika melihat secara nyata, kualitas pendidikan di Kabupaten ini masih rendah.
“Angka rata-rata lama sekolah di Sumenep masih 5,90 tahun dan harapan lama sekolah baru mencapai 12,40 tahun, jauh dibandingkan daerah lain di Indonesia yang rata-rata lama sekolahnya mencapai 10 tahun,”tegas Bupati pada Penyerahan Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta di Kabupaten Sumenep tahun 2017, Selasa (12/12) di Sanggar Kegiatan Daerah (SKD) Batuan Sumenep.
Ia mengakui, akibat angka rata-rata itu, dampak persentase pendidikan penduduk Sumenep didominasi tidak tamat sekolah dasar, dan tamat sekolah dasar mencapai 71,66 persen. Sedangkan angka melek huruf di Sumenep usia 15 tahun ke atas baru 79,34 persen, dan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumenep tahun 2021, sudah harus mencapai 82 persen.
“Itulah sebabnya, indeks pembangunan manusia di bidang pendidikan masih rendah, yakni 62 poin dan kami menargetkan tahun 2021 mencapai 64,50 poin,”imbuhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Ach. Shadik, M.Si menambahkan, bantuan penyelenggara pendidikan Diniyah dan Guru swasta tahun ini kepada 1.421 lembaga penerima selama 6 bulan.
“Anggaran dana sebesar Rp. 6,1 milliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Propinsi Jawa Timur tahun 2017,”pungkasnya. ( Yasik, Esha )