Newws Room, Jum’at ( 12/07 ) Dalam waktu dekat dana program Jaring Pengaman Ekonomi dan Sosial (JPES) dan dana Program Antisipasi Mengatasi Dampak Kenaikan BBM (PAM-DKB) akan turun sekitar awal bulan Agustus 2008 ini. Setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi JPES dan PAM-DKB di tingkat Kabapaten, saat ini Tim Sosialisasi melaksanakan sosialisasi di beberapa Kecamatan dan Desa penerima JPES dan PAM-DKB tersebut. Hal itu diakui Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si ketika ditemui sejumlah wartawan di kantornya kemarin (11/07). Meskipun dana yang dianggarkan tahun 2008 ini mengalami penurunan sekitar 50 persen dari anggaran tahun lalu, namun menurut H. Soengkono diharapkan dana tersebut benar-benar dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat bawah, khususnya bagi penerima program tersebut. Sebab penggunaan dana tersebut disesuaikan dengan kepentingan di Desa sendiri yang lebih di fokuskan pada pembangunan fisik padat karya yang sasarannya untuk pemberdayaan masyarakat miskin. Karena itu, disamping dilakukan sosialisasi bagi penerima program tersebut bagi pelaksana, yakni Kelompok Masyarakat (Pokmas) di Desa setempat yang mengelola, hendaknya mulai melaksanakan tahapan-tahapan persyaratan pencairan dananya, sebab dana tersebut akan turun setelah ada pengajuan dari Pokmas yang dananya langsung turun ke Pokmas. Karena itu, akan sulit terjadi hal-hal yang tidak diinginkan apabila Pokmas sudah benar-benar dapat melaksanakan program tersebut dengan baik. Sekedar diketahui, anggaran tahun 2008 APBD Propinsi Jawa Timur sekitar Rp. 5 milyar lebih untuk 67 Desa yang masing-masing desa akan mendapatkan sebesar Rp. 77 hingga Rp. 80 juta. Sedangkan untuk APBD Kabupaten Sumenep berkisar Rp. 2 milyar lebih untuk 33 Desa. Sementara pada anggaran tahun 2007 lalu, APBD Propinsi Jawa Timur sebesar Rp. 10 milyar untuk 123 Desa, dan APBD Kabupaten Sumenep sebesar Rp. 4 milyar lebih. ( Ren, Esha )