News Room, Kamis ( 11/02 ) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget Sumenep, memperkirakan mulai tanggal 20 Februari yang biasa disebut Dekade II, merupakan puncak terjadinya hujan. Meskkipun curah hujan sedang, namun kapasitasnya lebat, sehingga ada kemungkinan berpotensi terjadi banjir.
Prakirawan BMKG Kalianget Sumenep, Endriyono kepada News Room, Kamis (11/02) menjelaskan, pada dekade II ini biasanya akan turun hujan selama sepuluh hari, sehingga bisa terjadi banjir di beberapa sudut wilayah, khususnya di Kabupaten Sumenep.
“Hanya saja, untuk kecepatan angin memang tergantung pertumbuhan awan colomunimbus yang bisa menyebabkan kecepatan angin kencang,”ungkapnya.
Diakui Endriyono, puncak turun hujan kali ini memang terjadi kemunduran dari biasanya. Jika biasanya terjadi pada akhir Januari hingga awal Februari, namun musim hujan kali ini terjadi pada dekade II.
Sementara warning untuk para pelaut menurut Endryono, berada di posisi kuning, sehingga tetap selalu berhati-hati karena tinggi gelombang bisa saja berubah bersamaan dengan kecepatan angin.
“Untuk saat ini, tinggi gelombnag khususnya di perairan Masalembu dan Arjasa rata-rata 1,5 meter dan tertinggi hingga mencapai 2,5 meter,”tandasnya. ( Ren, Esha )