News Room, Senin ( 04/11 ) Melalui acara resepsi Hari Jadi ke 744 Kabupaten Sumenep tahun 2013, yang dilaksanakan pertama kali tahun ini, adalah bukti keseriusan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk makin dekat dengan rakyat, sehingga dihari bersejarah itu, kebahagiaan bisa dirasakan bersama, tidak hanya oleh para pejabat, tapi oleh seluruh masyarakat Sumenep. Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara Malam Resepsi Hari Jadi ke 744 Kabupaten Sumenep di Lapangan Gotong Royong Sumenep, Minggu malam (03/11). Menurutnya, dalam menuju kemajuan tidak boleh ada sekat, apalagi menafikan peran yang lainnya. Karena, semua punya peran dalam memajukan Sumenep. “Ini adalah rangsangan saja, agar kita berkerja lebih baik. yang menjadi aparatur lebih baik melayani rakyat, sementara masyarakat juga bisa ikut andil membantu pemerintah,”ungkapnya. Ditambahkan, malam resepsi tersebut juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Sebab, selain rangkaian Hari Jadi tahun ini berlangsung dengan sukses, kita juga diberikan anugerah oleh Allah SWT, berupa pencapaian-pencapaian luar biasa di berbagai bidang. Ungkapan syukur, ternyata tidak hanya memberikan keagungan kita dengan Allah SWT. Tetapi memberikan dimensi positif dalam memperbaiki hubungan antar manusia. Menurut hasil penelitian mutakhir yang dilakukan para profesor dari University of Virginia, Amerika Serikat, bahwa sikap berterima kasih atau bersyukur akan mendorong terjalinnya hubungan yang harmonis antar manusia. Sikap ini penting sebagai modal utama pembangunan. “Saya ingin mengingatkan semua pihak tentang tanggung jawabnya masing-masing. Kepada yang diberikan amanah berupa kekuasaan, dimanapun berada, dari level paling atas hingga paling bawah, mari kita pergunakan amanah itu, untuk mengabdi kepada masyarakat,“tambahnya. Ditambahkan pula 4 ciri masyarakat yang baik, yakni masyarakat yang berkeadaban, masyarakat yang berpengetahuan luas, masyarakat yang rukun, harmonis, dan toleran serta masyarakat yang tertib, serta patuh pada norma dan pranata. ( Ren, Esha )