Sumenep-Kominfo News Room : Kendati kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menyoroti kinerja Dewan Pendidikan Sumenep (DPS), terutama dalam mengkritisi kinerja lembaga pendidikan, bukan berarti DPS selama kurun waktu 5 tahun tidak pernah melakukan pengawasan dimasing-masing lembaga pendidikan. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Sumenep, KH. Ilyasi Siraj, SH, M.Ag. KH. Ilyasi Siraj mengatakan, selama ini pihaknya memang telah mengetahui semua persoalan dunia pendidikan, semisal masalah manipulasi data siswa, bantuan transport dan lainnya, namun pihaknya memang tidak pernah mempublikasikan hasil temuannya itu ke media massa. DPS selama ini mengutamakan rekomendasi terhadap instansi terkait untuk mempertimbangkan, bahkan menghentikan mengucurkan dana bantuan selanjutnya kepada sekolah yang bermasalah. KH. Ilyasi Siraj menuturkan hal itu, ketika Progress Report Dewan Pendidikan Sumenep masa bhakti 2003-2007 di Hotel Utami Sumekar Sumenep, Sabtu pagi (28/04), apabila pihaknya memunculkan masalah pendidikan ke depan publik akan berakibat terhadap citra tenaga pendidik, karena masyarakat dan termasuk siswa akan mencaci maki, sehingga pada akhirnya berdampak terhadap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Anggota Komisi V DPR-RI ini menambahkan, memajukan dunia pendidikan perlu adanya koordinasi antara DPS, Dinas Pendidikan, Komisi D DPRD Sumenep dan Komite Sekolah, bahkan Komite Sekolah meningkatkan kinerjanya, mengingat sampai saat ini keberadaan Komite Sekolah belum berfungsi optimal, utamanya dalam melakukan kontrol terhadap jalannya pendidikan dilembaganya. ( Yasik, Esha )