Sumenep-Kominfo News Room : Penelusuran sejarah perjuangan para pahlawan pejuang kemerdekaan harus terus dilakukan, yang itu semua adalah tanggung jawab kaum muda sebagai generasi penerus bangsa. Tajul Arifin, sejarawan Sumenep menegaskan hal tersebut, Senin (22/10) kemarin, saat bersama Tim DHC 45 (Dewan Harian Cabang 45) Sumenep melakukan penelusuran sejarah perjuangan KH. Abdullah Sajjad di Kecamatan Guluk-guluk. Tajul Arifin mengatakan, KH. Abdullah Sajjad adalah salah satu pejuang kemerdekaan RI yang gugur demi mengharumkan bangsa dan negara Indonesia. Kiai Sajjad adalah pimpinan laskar Hizbullah Sabilillah, yang membantu tentara Indonesia mengusir penjajahan Belanda pada era 1947-an. Menurut Tajul Arifin, Belanda menggunakan cara licik untuk menangkap Kiai Sajjad. Dengan iming-iming untuk berunding, Belanda ternyata menangkap Kiai Sajjad. Akhirnya Kiai Sajjad gugur sebagai syuhada’ di depan regu tembak Belanda, di lapangan Guluk-guluk sekarang. Sementara itu, saksi dan pelaku sejarah, masing-masing KH. Bashir Abdullah Sajjad dan KH. Tsabit Hozain dari Ponpes An-Nuqoyah Guluk-guluk, secara gamblang memaparkan kisah perjuangan Kiai Sajjad, baik dalam kesehariannya sebagai pimpinan Pondok maupun kiprahnya dalam memperjuangkan kemerdekaan RI bersama Laskar Hizbullah Sabilillah yang dipimpinnya. Di akhir perjalanan, tim penelusuran sejarah menyempatkan diri berziarah ke makam KH. Abdullah Sajjad, yang terletak tak jauh dari lingkungan Pondok Pesantren An-Nuqoyah Guluk-guluk. ( Adjie, Esha )