News Room, Senin ( 19/08 ) Pada masa kampanye, untuk wilayah Pulau Madura, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Said Abdullah memilih menyapa masyarakat dibawah dari pada melakukan rapat umum secara terbuka. Said Abdullah, yang berpasangan dengan Bambang DH sebagai Calon Gubernur Jatim dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu merasa sudah dikenal oleh masyarakat Madura. “Bagi kami, di Madura tidak perlu dilakukan kampanye terbuka. Toh saya sendiri sudah dikenal oleh masyarakat Madura. Cukup menyapa warga saja,”tutur Said, ketika menghadiri acara kerapan sapi sonok di Desa Tamba Agung Timur, Kecamatan Ambunten, dan peresmian sejumlah bangunan baru di SMA Negeri 1 Sumenep,”Minggu (18/08) kemarin. Menurutnya pasangan calon nomor 3 ini, kampanye terbuka untuk pasangannya ini hanya dilakukan diluar Madura, yang juga dihadiri sejumlah tokoh nasional sekaligus kader PDIP seperti Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta, Rike Pitaloka dan Ganjar Pranowo. Said mengaku siap dan legowo menerima resiko apapun pada Pilgub Jatim nanti, baik kalah maupun menang. Baginya yang paling penting adalah mengabdi untuk masyarakat. “Kami siap menerima resiko apapun, kami iklas memperjuangkan rakyat Jawa Timur. Dalam Pilgub ini pasti kan cuma ada satu pemenang. Kalau memang sudah garis dari Allah Bambang DH-Said Abdullah yang memimpin Jawa Timur, ya kami pasti menang. Tapi kalaupun ternyata bukan saya yang terpilih, yakinlah saya tetap akan mengabdi pada masyarakat Jawa Timur,”tegasnya. Said Abdullah mengaku bersyukur dengan dukungan masyarakat terhadap dirinya dan Bambang DH, yang semakin menguat. Bahkan ia mengklaim, berdasarkan hasil survey terkini, elektabilitas Bambang DH-Said Abdullah berada di urutan kedua setelah pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf. “Survey terbaru, elektabilitas Bambang DH-Said Abdullah 31,3 persen, kemudian Khofifah-Herman 27,3 persen, Eggy-Sihat 1,7 persen. Selebihnya pasangan Karsa, 38,7 persen. Ini pertanda bagus. Pertanda menang,”ungkapnya. ( Nita, Esha )