Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-09-2017
  • 567 Kali

Dibiarkan Rusak, Beberapa Makam Di Asta Tinggi Perlu Perawatan

Media Center, Senin ( 11/09 ) Polemik soal siapa yang berhak mengelola Asta Tinggi Sumenep, untuk sementara usai dengan penolakan gugatan YPS (Yayasan Panembahan Sumolo) terhadap Yapasti (Yayasan Asta Tinggi). Meski kabarnya YPS akan naik ke tingkat banding. Namun, yang mesti jadi perhatian saat ini bukan soal perang ke dua yayasan itu. Melainkan situs Asta Tinggi yang beberapa makam kuna di dalamnya dibiarkan rusak. Dua di antaranya di kubah Pangeran Pulang Jiwa.

"Ini ironis. Padahal Asta Tinggi memiliki penjaga yang berkewajiban merawatnya," kata RB. Muhlis, salah satu pemerhati sejarah di Sumenep, pada Media Center.

Menurut Muhlis, semestinya makam yang mengalami kerusakan seperti nisan yang roboh, secepatnya dilakukan penanganan. Karena, jika lama dibiarkan maka dikhawatirkan bagian-bagian yang tanggal itu akan hilang. "Itu bagian penting dalam sejarah. Apalagi Asta Tinggi yang memang merupakan cagar budaya utama Sumenep, selain Keraton,"katanya.

Terpisah, salah satu pemerhati sejarah lain di Sumenep, Hairil Anwar, meminta agar perawatan Asta Tinggi dimaksimalkan. Ia juga berharap semua pihak saling mengingatkan, khususnya penjaga asta sendiri, agar benar-benar menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. "Kami sangat eman pada Asta Tinggi. Kayaknya yang perlu diingatkan memang semua pihak. Siapa saja yang sekarang menjadi pengelola, mohon diingat agar tugas mereka merawat makam yang ada di Asta Tinggi dijalankan"imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi, RB. Ruska, Kepala Penjaga Asta Tinggi saat ini, mengatakan, bahwa pihaknya akan segera melakukan perbaikan. "Kami setiap ada hal semacam itu langsung perbaiki,"katanya, singkat. ( M. Farhan, Esha )