Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-10-2008
  • 461 Kali

Diduga Mencuri HP, Kades Bukabu Aniaya Warga

News Room, Jum’at ( 17/10 ) Abu Sairi (18), warga Dusun Laok Lorong, Desa Bukabu, Kecamatan Ambunten, terpaksa mengalami luka serius di rahang kanan, lengan kanan kiri dan lutut nyaris patah hingga celana sobek. Kondisi itu, diakibatkan pukulan benda tumpul yang dilakukan Haris, Kepala Desa setempat, sehingga akibat penganiayaan tersebut, menyebabkan korban pincang. Sugianto (38), paman korban, menceritakan, korban dipukul pada tengah malam di rumah Pak Kades dengan menggunakan alat pengikat leher sapi (Pangonong), yang bahannya berasal dari kayu dan potongan bambu berukuran besar. Penganiayaan ini berawal dari salah satu warga yang kehilangan hanphone (HP) seharga Rp. 900.000,00. Kemudian Kades menuduh korban yang mencurinya. “Karena merasa tidak mengambil, korban membatahnya, hingga akhirnya terjadi adu mulut. Namun, akibat tidak bisa menahan emosi, Kades langsung menganiaya korban,”terangnya. Ia menilai, penganiayaan yang dilakukan Kades itu sudah diluar batas. Tak seharusnya seorang pemimpin melakukan kekerasan kepada warganya, apalagi korban tidak pernah melakukan pencurian, sebagaimana yang dituduhkan. “Jadi, pihak korban bersama keluarga besarnya melaporkan pada Polsek setempat, karena tidak terima atas perlakuan Kades tersebut. Namun, setelah dicek kembali, ternyata kasus tersebut sudah dilimpahkan pada Polres Sumenep,”ujarnya. Karena itu, pihak korban pada Jum’at (17/10) pagi, mendatangi penyidik Polres Sumenep, untuk meminta keadilan atas kasus tersebut. Menurutnya, seharusnya Kades itu ditahan oleh polisi. Sebab, penganiayaan dilakukan dengan kekerasan yang menyebabkan orang lain mengalami cacat selamanya. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin mengatakan, kasus penganiyaan yang dilakukan Kades Bukabu itu, sudah dalam proses penyidikan. “Kasus itu tetap kami proses. Hanya saja, penuntasannya tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat, tapi tetap mengacu pada barang bukti dan fakta yang ada,” tegasnya.( Nita, Esha )