News Room, Selasa ( 31/01 ) Kapal pengangkut bahan kebutuhan pokok milik warga Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, yang diduga tenggelam setelah berlayar dari Singaraja, Bali menuju Pulau Sapeken, pada Rabu (25/01) kemarin, akhirnya ditemukan selamat dalam kondisi terdampar, akibat kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM). Anggota DPRD Sumenep asal Sapeken menjelaskan, sesuai informasi dari warga Sapeken, bahwa selama 7 hari kapal Rasa Sayang itu terombang ambing dilaut, akibat cuaca ekstrem, sehingga terbawa arus hingga diperairan sebelah utara Pulau Pagerungan Besar, Sapeken. “Kapal tetap berada ditengah laut dan tidak bisa menepi, karena kehabisan bahan bakar minyak. Kalau dipaksakan khawatir kapal akan pecah diterjang ombak ditepi laut,”kata Nur Asyur, di Sumenep, Selasa (31/01). Nur Asyur menerangkan, bahan bakar minyak kapal rasa sayang itu habis, dikarenakan ada kerusakan atau kebocoran pada selang solar dimesin kapal tersebut. “Awak kapal sudah berusaha membalut selang yang bocor itu dengan kain, dan ternyata tidak berhasil. Namun, mereka tetap memaksakan diri menyalakan mesin dengan kondisi solar lebih banyak yang merembes ke luar akibat selang tetap bocor sampai akhirnya solar mereka habis,”ungkapnya. Nur Asyur bersyukur, sekarang kapal Rasa Sayang sudah berhasil dievakuasi oleh warga Sapeken, bersama 5 Anak Buah Kapal (ABK)-nya. “Kapal penjemput membawa selang baru untuk mengganti selang yang rusak pada mesin kapal Rasa Sayang itu. Alhamdulillah, semuanya selamat. Dan, sejak kapal terdampar akibat BBM pada Rabu (25/01), mereka tetap bisa makan sebagaimana mestinya, karena memang bawa bekal dan sebagian bahan kebutuhan pokok yang seharusnya dibawa ke Sapeken terpaksa dimasak untuk dimakan,”terangnya. Ke 5 awak Kapal "Rasa Sayang" yang terdampar itu adalah Suwarso (nahkoda), Jaidi, Jamik, Arsyad, dan Hainur. ( Nita, Esha )