Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-03-2014
  • 529 Kali

Dihadiahi Bayi Perempuan Masih Kondisi Merah

News Room, Jumat ( 28/03 ) Kehidupan seorang dukun bayi, Zahrawiyah (42), warga Desa/Kecamatan Rubaru, bakal berubah seiring dengan pemberian bayi perempuan baru lahir dari seseorang yang tidak diketahui wujudnya. Bayi yang masih merah itu, tiba-tiba diberikan kepada Zahrawiyah, ketika mengambil pisang dipinggir jalan di Desa Karang Nangka, Kecamatan Rubaru. Zahrawiyah mengaku bahagia dengan pemberian bayi tersebut, karena perkawinannya selama 29 tahun bersama Tallib (47), tidak dikaruniai anak. Namun pemberian bayi itu cukup aneh sebab yang memberikan tidak berwujud. “Ketika saya mau mengambil pisang, tiba-tiba merasa dicolek orang dari belakang, tapi saat menoleh saya langsung diberi bayi dibahu kirinya,”kata Zahrawiyah, Jumat (28/03). Karena kaget dengan pemberian itu, dirinya tak sadarkan diri (pingsan). Bahkan, ketika sadar sang bayi sudang berada dipangkuannya beserta tas kresek warna putih ditangannya, berisi perlengkapan bayi berupa baju, kaos kaki, kaos tangan, minyak telon, bedak bayi dan sebugkus susus. “Dikala sadar, saya langsung beteriak histeris, sebab ada bayi dipangkuan tanpa tahu siapa yang memberi. Warga pun berbondong-bondong melihatnya namun tidak berani mendekat. Tidak tahu kenapa, saya pun berinisiatif menghubungi keponakan,”teragnya. Khawatir tersangkut masalah hukum, pemberian bayi ini dilaporkan ke Polsek Rubaru. Dan bayi tersebut dirawat di Puskesmas Rubaru, mengingat berat badannya kurang dari 2 Kilogram. Sementara Kapolsek Rubaru, Iptu Zahrawi, membenarkan adanya laporan penemuan bayi tersebut. Polsek setempat telah mengamankan barang bukti berupa perlengkapan bayi. “Kita sudah memeriksa penemu bayi dan beberapa perlengkapan bayi diamankan sebagai barang bukti,”ungkapnya. Ia menegaskan, saat ini, Tim Resmob Polsek Rubaru sedang melakukan penelusuran ke Desa-desa sekitar khususnya yang menjadi lokasi penemun, termasuk berkoordinasi dengan Polindes, Puskesmas Rubaru serta 2 rumah sakit yang ada di Sumenep, untuk mengetahui adanya ibu melahirkan. “Dugaan sementara persalinan itu melalui jasa medis, karena dilengan tangan kiri bayi terdapat gelang bertuliskan tanggal lahir dan nama ibu. Makanya kita koordinasi dengan polindes, puskesmas dan rumah sakit di Sumenep, untuk memastikan apakah bayi itu sengaja dibuang atau hilang,”pungkasnya. Dari gelang bayi perempuan tersebut, tertulis tanggal lahirnya 25-3-2014, dengan nama Ibu, Ny. Nurhasanah. ( Nita, Esha )