News Room, Kamis ( 26/02 ) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep tidak henti-hentinya untuk merencanakan pembangunan Polindes, sebab hingga saat ini masih banyak Desa yang tidak memiliki bangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes) tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. S. Susianto mengatakan, meski kesulitan mendapatkan dana, namun pihaknya tetap berusaha agar setiap tahun ada program pembangunan Polindes. Pembangunan Polindes selama ini sangat terbatas, karena alokasi anggarannya hanya menggantungkan pada Dana Alokasi Khusus (DAU), dan dana program Commonity development (CD) khusus sebagian Desa di wilayah kepulauan. dr. Susianto menyatakan, keberadaan Polindes memang masih sangat jauh dari kebutuhan, sebab pembangunan Polindes itu sejak tahun 2006 hingga 2008, setiap tahun rata-rata hanya sebanyak 5 hingga 7 bangunan saja. â€ÂKebutuhan Polindes se Kabupaten Sumenep mencapai 300 bangunan lebih dan kita tetap berusaha meminta suntikan dana bantuan ke Propinsi Jawa Timur dan pusat untuk pembangunan Polindes,â€Âtegasnya. dr. Susianto menyatakan, selain itu dana pembangunan Polindes memperoleh kucuran dana melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) yang sudah terlaksana di sejumlah Desa sejak tahun lalu. Meskipun masih ada sebagian Desa yang tidak memiliki bangunan Polindes, petugas medis di tingkat Desa masih tetap memberikan pelayanan kesehatan secara optimal. ( Yasik, Esha )