News Room, Senin ( 15/06 ) Banyaknya Koperasi yang belum sehat di Kabupaten Sumenep, membuat Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep lebih hati-hati dalam memberikan modal usaha bagi Koperasi. Sebab, dari evaluasi yang dilakukan selama ini, ada beberapa Koperasi yang mendapat bantuan modal usaha, sebagian besar tidak lancar dalam pengembaliannya. Karena itu, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep dalam program 2009 ini, disamping melakukan sosialisasi kebeberapa Koperasi, juga akan memilih 5 Koperasi untuk dijadikan pilot project dalam mendapatkan modal usaha, sehingga dapat menjadi contoh bagi Koperasi yang lain. Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, H. Ach. Masuni, SE, MM kepada sejumlah wartawan di kantornya, Senin (15/06). Menurutnya, apa yang dilakukan Dinasnya itu semata-mata bukan karena membeda-bedakan status Koperasi lainnya. Namun, hal itu dilakukan juga sebagai upaya untuk memacu Koperasi di Sumenep, agar berjalan sehat dengan usaha yang dijalankannya. “â€ÂIni merupakan tantangan bagi keberadaaan Koperasi di Sumenep, bagaimana menjadi eksis dalam usahanya. Sebab, selama ini dari sekitar 870 Koperasi sebagian besar berjalannya masih tertatih-tatih,â€Âujar H. Ach. Masyuni. Lebih lanjut menurut H. Masuni, pihaknya sengaja akan mencari Kopersi dengan wajah baru yang akan di uji coba untuk mengadopsi management usaha Koperasi yang ada di Kabupaten Sidogiri Jawa Tengah. Sebab, ketika dilihat dari sisi managemen, disana lebih memiliki formula yang bagus untuk di transfer ke Kopersi yang ada di Kabupaten Sumenep. ( Ren, Esha )