Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-02-2016
  • 414 Kali

Disbudparpora Segera Susun DED, Kembangkan Wisata Gili Labak

News Room, Rabu ( 03/02 ) Makin banyaknya pengunjung datang ke Pulau Gili Labak, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, semakin bulat untuk mengembangkan tempat wisata yang baru digandrungi wisatawan ini.

Kepala Disbudparpora Kabupaten Sumenep, Sufiyanto, SE, M.Si kepada News Room, Rabu (03/02) mengungkapkan, untuk mengembangkan tempat wisata tersebut tentu perlu dilakukan penyusunan Detail Engineering Design (DED) terlebih dahulu, sehingga jika sudah memiliki DED tentu investor akan banyak yang datang untuk kerjasama.

“Jadi, kami harus memiliki DED terlebih dahulu, baru nantinya bisa dilakukan pengembangan tempat wisata Gili Labak, baik oleh pemeirntah sendiri maupun dengan investor,”ungkapnya.

Diakui mantan Kabag Humas dan Protokol Setdakab Sumenep ini, jika dalam penyusunan DED pihaknya melibatkan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait, sehingga akan lebih konprehensif dalam penyusunan DED tersebut.

Sebab, jika membutuhkan sesuatu dalam pengembangan tempat wisata tersebut, sudah ada bagian yang menangani, seperti fasilitas air, listrik serta sarana dan prasarana lainnya yang memang saling ada keterkaitan dari masing-masing program yang ada di SKPD lainnya.

Disamping itu, pihaknya juga terus melakukan promosi terhadap destinasi wisata baru tersebut, sehingga wisata Pulau Gili Labak semakin dikenal, baik oleh wisatawan dalam negeri hingga luar negeri. 

Meskipun diakui, untuk saat ini pihaknya memberikan kepada Pemerintah Desa dengan masyarakat setempat untuk turut serta mengembangkan wisata Gili Labak ini, sehingga nantinya pola pikir masyarakat tentang pariwisata akan lebih mendalami.

“Bahkan saat ini sudah ada tiket masuk yang dikelola Desa sebesar Rp. 5.000,00 per-orang, dan diharapkan hasilnya nanti bisa dikelola dengan baik oleh Desa,”tambahnya.

Sementara, bagi masyarakat setempat, juga telah memberikan tambahan penghasilan, sehingga secara ekonomi mereka sudah mulai mengalami perkembangan. Dan nantinya ketika sudah dilakukan pengelolaan secara profesional juga bisa memberikan kontribusi yang bagus bagi daerah. ( Ren, Esha )