Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-10-2011
  • 497 Kali

Dishutbun Sikapi Pembangunan Waduk Patapan

News Room, Sabtu (15/10) Pembangunan waduk penampungan air di Dusun Patapan, di Desa dan Kecamatan Guluk Guluk, yang sempat disorot aktifis LSM di Sumenep karena dianggap mubadzir, akhirnya disikapi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep. Protes salah satu LSM terhadap pembangunan waduk karena dibangun diatas tanah warga dan ditempat yang sebelumnya memang sudah ada waduk, karena selama ini memang tidak berfungsi dengan baik dan perlu dilakukan pembangunan waduk yang sesuai dengan kepentingan masyarakat. Kepala Bidang Perkebunan Dishutbun Sumenep, Ir. Nasah Bandi, M.Si persoalan pembangunan waduk Patapan sebenarnya tidak bermasalah. Waduk tersebut dikerjakan melalui pihak ketiga ( kontraktor ) yang diawasi lansung oleh konsultan. Yang memang pembangunannya sudah dilakukan dari nol hingga selesai. “Silahkan ketika ada yang menganggap bermasalah terkait dengan pembangunan waduk tersebut, dan kami sudah berupaya mengerjakannya sebaik mungkin. Terbukti, dari hasil survey yang dilakukan tim, hasilnya bagus dan mencapai target maksimal.”Jelasnya. Dikatakan, jika pembangunan waduk tersebut sudah diawasi oleh konsultan pengawas yang dalam laporannya tidak bermasalah. Sebab, itu dibangun demi kepentingan masyarakat petani setempat untuk meningkatkan hasil pertaniannya. Bahkan tokoh masyarakat setempat, K. Naufil Sidqy, juga meyakinkan waduk tersebut dikerjakan di lahan yang tidak bermasalah. Dan apabila ada pihak yang mempermasalahkan hal itu jelas akan merugikan masyarakat, karena bagaimanapun yang menikmati adalah masyarakat sendiri. “Sebaiknya, tidak perlu mencari permasalahan yang kurang baik. Sebab, pada kenyataannya masyarakat disana sangat antusias dan siap memelihara keberdaan waduk tersebut. ”Ujarnya. Menurutnya, sebelumnya Dishutbun melalui konsultan melalukan survei terhadap lokasi yang diusulkan dan setelah dianggap layak maka diproses pengusulannya hingga terealisasi pembangunannnya dengan menelan anggaran sebesar Rp. 49 juta. “yang jelas, dengan keberadaan waduk seperti sekarang ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Disamping sebagai penampungan air untuk lahan pertanian bisa digunakan mandi dan cuci pakaian oleh warga setempat.” Tambahnya. ( ren, y02k )