Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-01-2012
  • 383 Kali

Disperta Serukan Distributor Pupuk Bersubsidi Tak Langgar Aturan

News Room, Selasa ( 10/01 ) Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Disperta) Kabupaten Sumenep menyerukan distributor pupuk bersubsidi semua jenis untuk tidak melanggar ketentuan dalam menjual pupuk bersubsidi pada petani. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si, Selasa (10/01) mengatakan, distributor pupuk bersubisi dalam menjual semua jenis pupuk bersubsidi tahun 2012, harus menyesuaikan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) agar tidak merugikan masyarakat petani. Apabila menemukan distributor pupuk bersudsidi menjual harga semua jenis pupuk bersubsidi melebihi ketentuan HET, pihaknya pasti memberikan sanksi tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ”Kalau ada distributor pupuk bersubsdi menjual pupuk bersubsidi semua jenis diatas HET, apabila diperingatkan tidak mengindahkannya, tentu saja kami melalui Tim Pengawas Pupuk dan pestisida mencabut ijin operasional distributor tersebut. Tapi kalaupun ada di wilayah kepulauan harganya lebih tinggi, itu harus wajar jangan sampai memberatkan petani, apalagi HET pupuk untuk distributor di wilayah kepulauan sudah ada ketentuannya,”tegasnya. Bambang Heriyanto menyatakan, untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam tahun 2012, pihaknya sesuai dengan rekapitulasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kebutuhan pupuk mencapai 104.045 ton. Perincian pupuk tersebut yakni pupuk urea sebanyak 43.393 ton, SP-36 sebanyak 15.457 ton, ZA sebanyak 9.775 ton, Phonska sebanyak 15.218 ton, dan Organik sebanyak 20.202 ton. ”Ini merupakan usulan yang menyesuaikan dengan kebutuhan kelompok petani sebanyak 4.025 kelompok yang tersebar di 27 Kecamatan se Kabupaten Sumenep. Alokasi usulan pupuk bersubsidi semua jenis tersebut meningkatkan sekitar 10 persen dari tahun 2011, sehingga pihaknya memperkirakan apabila jatah pupuk Kabupaten Sumenep sesuai dengan usulan tidak terjadi kelangkaan pupuk,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )