News Room, Senin ( 30/01 ) Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Sumenep, menyebabkan 2 ruang kelas SMA Miftahul Ulum, di Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten, rusak. Satu diantaranya rata dengan tanah, dan satu ruang lainnya rusak ringan. Beruntung kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa, karena peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu (29/01) kemarin, ketika siswa sedang libur. Kepala SMA Swasta Miftahul Ulum, Idrus menjelaskan, sebelum ambruk, wilayahnya memang diselimuti angin kencang. Namun, untuk 1 ruang kelas yang ambruk (rata dengan tanah), merupakan bangunan yang memang sudah tidak diaktifkan kembali dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), dikarenakan bangunan sudah tua. “Jadi, ketika hujan deras disertai angin kencang bangunan yang sudah tua itu langsung ambruk. Sedangkan satu ruang kelas lainnya yakni 11-IPS hanya atapnya saja yang ambrol,”kata Idrus, di SMA Miftahul Ulum, Sumenep, Senin (30/01). Dengan kejadian itu, kata Idrus, 80 siswa kelas 11 IPS dari jumlah keseluruhan 258 siswa, terpaksa belajar di mushalla. “Kami sudah melaporkan kejadian itu pada Pemerintah Kabupaten Sumenep. Dan, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep sudah meninjau lokasi ini,”terangnya. Idrus mengungkapkan, kerugian material akibat bencana alam tersebut mencapai Rp. 150 juta. “Mudah-mudahan secepatnya ada bantuan, agar kelas yang ambruk dan ambrol itu bisa segera diperbaiki, demi kelancaran KBM para siswa SMA Miftahul Ulum ini,”ungkapnya. ( Nita, Esha )