News Room, Rabu ( 24/06 ) KMP Satya Kencana milik PT. Dharma Lautan Utama yang biasa melayani penumpang jalur Jangkar-Raas-Kalianget, memilih sandar darurat di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, setelah diterjang gelombang tinggi, pada Selasa (23/06) malam.
Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Brakas, Pulau Raas, sekitar pukul 17.30 WIB. Diperjalanan kapal dihantam gelombang besar hingga pintu keluar masuk penumpang (room door) rusak. Sehingga kapal tidak berani melanjutkan perjalanan, karena takut 69 penumpang.
"Nahkoda kapal kami memutuskan untuk sandar darurat di Pulau Sapudi pada Rabu dini hari guna menghindari hal-hal tak diinginkan. Kondisi di laut dinilai kurang menguntungkan,"kata Kepala PT. Dharma Dwipa Utama Cabang Kalianget, Sumenep, Moh. Darmawan, Rabu (24/06).
PT. Dharma Dwipa Utama adalah anak perusahaan PT. Dharma Lautan Utama. "Sesuai perkiraan cuaca, ketinggian ombak di jalur Raas-Kalianget sebenarnya hanya 0,5 meter hingga 1,5 meter. Namun, kenyataannya ketinggian ombak di atas 2 meter,"terangnya.
Ia mengaku, kondisi penumpang kapal dalam keadaan aman dan tidak mengalami apa pun. "Alhamdulillah, para penumpang kapal kami juga memahami keputusan sandar darurat di Pulau Sapudi itu, akibat kondisi cuaca laut yang memang kurang menguntungkan. Konsekuensinya, kami menyediakan konsumsi bagi para penumpang selama masa sandar darurat,"paparnya.
Darmawan juga mengemukakan, Kapal Satya Kencana hanya sandar darurat di Pulau Sapudi sekitar 5 jam, dan selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Kalianget. "Kapal Satya Kencana bertolak dari Pulau Sapudi pada Rabu ini sekitar pukul 05.00 WIB, dan tiba di Pelabuhan Kalianget pada pukul 08.00 WIB. Alhamdulillah, semua penumpang dalam kondisi sehat,"ujarnya.
Dalam kondisi cuaca laut kondusif, Kapal Satya Kencana yang bertolak dari Raas pada Selasa petang sekitar pukul 17.30 WIB itu, seharusnya tiba di Kalianget pada pukul 22.30 WIB. ( Nita, Esha )