Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 28-05-2012
  • 1570 Kali

Dituduh Punya Ilmu Santet, Memilih Sumpah Pocong

News Room, Senin ( 28/05 ) Untuk membersihkan tuduhan mempunyai ilmu santet, Saleha (50), warga Dusun Aeng Gedang, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, memilih melakukan sumpah pocong di Masjid Agung setempat, Senin (28/05) pagi. Sumpah pocong tersebut, dipimpin Ketua MUI Sumenep, Drs. KH. Syafraji. Anak Saleha, Sifawati menjelaskan, sumpah pocong ini atas kesepakatan bersama untuk membersihkan nama keluarga, terutama ibunya, yang dituduh punya ilmu santet. “Ibu saya ini menjadi tertuduh. Karena tidak tahan atas tuduhan telah menyantet orang lain hingga orang itu meninggal dunia, maka ibu saya berinisiatif melakukan sumpah pocong. Langkah ini sebagai bentuk bantahan sekaligus untuk membersihkan nama baik atas tuduhan telah menyantet orang lain,”kata Sifawati, di Masjid Agung, Sumenep, Senin (28/05). Sifawati memaparkan, tuduhan ibunya punya ilmu santet, ketika tetangganya, Asmawi, meninggal karena sakit. “Tapi, daat sakit itu, Asmawi mengaku mimpi didatangi ibunya hingga dua kali. Kemudian, anak Asmawi mendatangi ibunya untuk meminta air supaya sembuh. Ibu saya tidak memberi air, karena memang ibu saya tidak merasa punya ilmu seperti yang dituduhkan,”terangnya. Gara-gara tidak diberi air, kata Sifawati, Asmawi meninggal. Akhirnya, anak-anak Asmawi yang berjumlah 8 orang, menuduh Saleha yang sudah menyantet bapaknya hingga meninggal. “Tuduhan itu sangat tidak mendasar. Padahal waktu diperiksakan ke dokter, Asmawi diketahui sakit liver,”ujarnya. Sementara Ketua MUI Sumenep, KH. Syafraji yang memimpin langsung jalannya sumpah pocong mengungkapkan, sumpah pocong dalam Islam diperbolehkan. “Sumpah pocong kali ini berkaitan dengan tuduhan ilmu santet. Tertuduh dianggap punya ilmu santet, sehingga memilih disumpah pocong,” ungkapnya. Namun, pihak penuduh tidak datang dan tidak ikut disumpah pocong. Menurut Kiyai Syafraji, dalam beberapa kasus, pihak penuduh sebagian besar tidak hadir. “Kami berharap setelah sumpah pocong ini, persoalan bisa diselesaikan, dan tidak ada gejolak warga. Karena efek sumpah pocong ini dipercaya sangat dahsyat. Ini karena disumpah di bawah Al-Quran. Yang menyalahi sumpah, diyakini akan mendapat azab dari Allah,”tegasnya. ( Nita, Esha )