Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-10-2009
  • 391 Kali

DKP Sumenep Akui Sulit Sadarkan Nelayan Pengguna Handak

News Room, Jum’at ( 30/10 ) Maraknya perilaku pengeboman ikan pada akhir-akhir ini di Kabupaten Sumenep, akhirnya mendapat tanggapan serius Dinas Kelautan dan Perikananan (DKP) Kabupaten Sumenep. Perilaku yang merusak ekosistem dilaut itu sangat disayangkan selalu terjadi setiap tahun. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumenep, Ir. Salimin Saat Wachdin, MM ketika ditemui sejumlah wartawan tadi siang, Jum’at (30/10) di kantonrya, mengungkapkan, sangat sulit menyadarkan masyarakat terhadap perilaku masyarakat nelayan yang selama ini seperti sudah terbuai oleh keinginna untuk mendapatkan hasil yang besar. “Mereka condong melakukan hal-hal yang sifatnya sementara, tanpa mempertimbangkan bencana dikemudian hari,”ujarnya. Padahal tegas Salimin, para nelayan yang tertangkap petugas Polair beberapa waktu lalu itu karena menggunakan handak sudah banyak. Namun, sepertinya masyarakat masih juga melakukan hal yang jelas melanggar hukum dan merugikan bagi kehidupan anak cucu mereka kelak. Sebab, kerusakan yang diakibatkan pengeboman, tidak hanya mematikan ikan-ikan yang besar dan kecil, namun juga merusak lingkungan, juga akan menyebabkan terumbu karang rusak. Padahal, pertumbuhan terumbu karang ini dalam satu centimeter saja, memerlukan waktu selama satu tahun. Bahkan Salimin mengaku, pihaknya dalam meminimalisir penggunaan handak, sudah melakukan pembinaan maupun penyuluhan. Dan dikawasan tersebut sudah dibentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), yang tujuannya mengajak masyarakat yang peduli atas lingkungan untuk ikut mengawasi laut dari penggunaan handak. ( Ren, Esha )