News Room, Senin ( 12/04 ) Ada dua alasan mengapa organisasi khususnya pramuka merasa perlu melakukan perumusan strategi, yakni permasalahan dan keinginan. Hal tersebut diungkapkan andalan Kwarda Jatim, Arif Eko Wahyudi pada kegiatan kursus pengelola kwartir Kwarda Jatim di wisma Dharmaningsih Claket Mojokerto minggu (12/04) sore kemarin. Sementara kegiatan kursus tersebut terlaksana selama 3 hari sejak tanggal 09 hingga 11 April 2010. “Organisasi merasa perlu merumuskan strategi untukk mengatasi permasalahan kritis yang dirasakan atau akan terjadi. Disamping itu, organisasi juga didorong untuk mencapai kondisi atau tujuan tertentu.â€Âujar mantan anggota Dewan Kerja Daerah (DKD) Jatim dan Dewan Kerja Nasional (DKN) ini. Ditambahkan, dengan perumusan strategi organisasi akan mampu memahami situasi yang bakal terjadi dimasa yang akan datang, yang dapat mempengaruhi organisasi. Serta nantinya akan menjadi lebih responsive terhadap perubahan karena mampu mendetksi masalah sebelum terjadi. Sementara itu peserta dari Kwarcab Sumenep, Slamet Reno berharap kedepan berbagai materi yang diperoleh akan dapat mendukung keberhasilan organisasi khususnya Pramuka di Sumenep. Sebab, saat ini organisasi Kepanduan satu-satunya di Indonesia ini mulai banyak menuai berbagai persoalan yang terjadi. “Salah satunya, disamping kita perlu untuk mengembalikan citra Pramuka seperti dulu, ketika pembahasan UU Kepramukaan malah ada indikasi disusupi kepentingan beberapa Partai Politik tertentu untuk memasukkan pandu yang ada di Partainya,â€Âujarnya. Padahal, diakui untuk mempersatukan puluhan pandu di tahun 60-an dulu sangat sulit. Ketika sudadh bersatu dengan nama Pramuka dan berjalan bagus selama puluhan tahun ini, justeru akan terpecah belah kembali. Mereka menuntut, agar diakui sebagai organisasi kepanduan, dan bukan hanya Pramuka saja. Ini merupakan tantangan sekaligus cambuk bagi Pramuka untuk menunjukkan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat. ( Reno, Esha )