Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-11-2006
  • 479 Kali

DUA BULAN KE DEPAN, STOK BERAS DI JATIM AMAN

Sumenep-Kominfo News Room : Badan Ketahanan Pangan (BKP) Propinsi Jatim menjamin stok beras di Jatim dua bulan ke depan (November-Desember 2006) dalam kondisi aman. Hal ini menampik adanya informasi bahwa persedian beras di Jatim setelah lebaran mengalami kelangkaan. Penegasan ini disampaikan Kepala BKP Jatim, Drs. Tari Soegijono, MM saat ditemui di kantornya Surabaya, Rabu (01/11) siang. Dia menjelaskan, untuk dua bulan ke depan persediaan beras di Jatim aman, karena persedian stok beras masih tersimpan di empat sentra yakni di gudang Bulog Divre V Jatim, penggilingan padi, lumbung pangan dan stok beras di masyarakat. Di Bulog persediaan beras sebanyak 177.978 ton, di penggilingan padi milik BKP Propinsi Jatim 25.350 ton, di lumbung pangan Propinsi Jatim 1.150 ton, dan stok di masyarakat (sisa penen bulan September-Oktober) 380.350 ton. Total persediaan stok beras di empat sentra mencapai 584.828 ton. Ia menambahkan, asumsi dua bulan ini dapat dikalkulasi dari konsumsi penduduk Jatim setiap bulannya menghabiskan beras 293.107,480 ton. Jadi stok beras Jatim masih mempunyai kelebihan stok beras sebanyak 291.721 ton. “Persedian stok beras ini belum terhitung dengan yang ada di beberapa gudang milik swasta,” ujar Tari mantan Kabiro Perekonomian Jatim ini. Tari menandaskan, untuk mengantisipasi terjadinya permainan harga menjelang Hari Natal dan tahun Baru 2007 mendatang, pihaknya akan melakukan operasi pasar. Hal ini dilakukan untuk menjaga kestabilan harga beras di pasar. “Ada dua daerah yang menjadi sasaran operasi pasar yakni pasar Bendul Merisi Surabaya dan pasar Larangan Sidoarjo,” ungkapnya. Menurutnya, operasi pasar akan dilakukan jika adanya kenaikan harga beras sekitar 25% dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk beras Rp 3.550 per kg yang mengacu pada Intruksi Presiden (Inpres) No 13 tahun 2005 tentang Perberasan . “Kami setiap hari selalu memantau harga beras di pasar,” tuturnya. Lebih lanjut dikatakan, untuk 2007 mendatang, pihaknya menargetkan persedian stok beras di Jatim sebanyak 5,6 juta ton. Sedangkan konsumsi masyarakat Jatim selama setahun menghabiskan 3 juta ton beras. Jadi Jatim masih memilki persedian beras sekitar 2,6 juta ton. Pihaknya berharap, agar harga beras di Jatim tidak sampai jatuh dari HPP ataupun terlalu tinggi dari HPP. “Tugas Kami mengamankan harga beras dari HPP itu,” urainya. ( JNR, Esha )