Media Center, Selasa ( 01/09 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Lembaga United States Agency for International Development (USAID) menggelar Forum Group Discussion (FGD) Diseminasi Persiapan Program Madani dan Diskusi Tata Kelola Pemerintahan Kolaboratif di Kabupaten setempat.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, program madani untuk meningkatkan kapasitas Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) lokal harus mempunyai sasaran dan target yang jelas khususnya dalam memperkuat OMS menjaga keberagaman sosial dan potensi daerah.
“Kami berharap kerja sama dengan USAID mampu memajukan Kabupaten Sumenep dengan mengutamakan pengembangan potensi lokal masyarakat, agar proses pembangunan lebih cepat dilakukan,” jelas Bupati saat membuka FGD di ruang rapat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumenep, Selasa (01/09/2020).
Pihaknya ingin eksistensi nilai kearifan lokal dalam dinamika pembangunan harus menjadi faktor utama untuk mendukung proses pembangunan daerah, karena era globalisasi jelas berefek terhadap nilai budaya masyarakat, akibat pengaruh luar yang masuk ke Kabupaten Sumenep.
“Untuk itulah, program Madani perlu menyiapkan SDM dengan penguatan lokal, seperti kearifan budaya, nilai dan etika menjadi sasaran bersama-sama untuk mencapai pembangunan,” tegas Bupati dua periode ini.
Bupati mengungkapkan, Kabupaten Sumenep adalah salah satu Kabupaten di Madura yang bekerja sama mengikuti program USAID Madani sejak bulan Nopember 2019, bertujuan memperkuat OMS lokal untuk menjaga keberagaman sosial di daerah agar berkontribusi positif demi kemajuan pembangunan.
“Program ini bisa dijadikan media meningkatkan kapasitas, wawasan dan keilmuan baik bagi Pemerintah Kabupaten dan desa, serta organisasi masyarakat dalam rangka perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan,” harapnya.
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Yayak Nurwahyudi, M.Si menambahkan, USAID Madani telah melakukan upaya peningkatan kapasitas (capacity building) melalui bimbingan teknis dan Forum Group Discussion (FGD) bagi Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), yaitu lembaga kajian dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Nahdlatul Ulama melalui Lakpesdam NU Kabupaten setempat.
“Selanjutnya dilakukan learning forum (kelompok belajar) dengan beberapa organisasi masyarakat sipil lainnya, guna mengkolaborasikan antar OMS untuk pendampingan perencanaan dan penganggaran pembangunan desa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes),” tandasnya.
Fiji Johan Santoso sebagai Coordinator USAID Madani di Kabupaten Sumenep menyatakan, pertemuan ini sejatinya harus dilaksanakan pada bulan Maret, tetapi akibat wabah Virus Corona atau Covid-19 terpaksa dilaksanakan pada Selasa (01/09/2020).
“Pertemuan ini untuk bersama-sama berkomitmen meningkatkan kapasitas dan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), sebagai mitra pemerintah dalam mendorong proses pembangunan,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )