Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-05-2005
  • 684 Kali

EFFISIEN MANFAAT DAN RESIKO, FAKTOR DASAR DIKNAS DALAM MELAKUKAN PRIORITAS PEMBANGUNAN SEKOLAH

Sumenep-Infokom News Room : Menyikapi permohonan Karang Taruna Indonesia HARAPAN Desa Cellong dan masyarakat Desa Pajananggaer Kecamatan Arjasa, terkait keinginannya untuk rehabilitasi dan penambahan gedung sekolah di SDN Pajanangger I dan IV, karena sekolah tersebut kondisinya sangat memprihatinkan. Maka Dinas Pendidikan Kabuapten Sumenep untuk memunuhi keinginan masyarakat tersebut, akan melakukan beberapa evaluasi, antara lain, yakni mengacu pada skala kemampuan dan prioritas. Demikian ditegaskan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Rais, S.Pd, M.Si. Namun demikian, H. Moh. Rais mengemukakan, sebenarnya keinginan masyarakat Pajanangker yang mengharapkan sarana dan prasarana lembanga pendidikan sesuai standart dan tidak jauh berbeda dengan pihaknya, sebab jika sarana dan prasarana itu memadai, akan berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa itu sendiri. Disinggung apakah sekolah itu tidak memperoleh prioritas, mengingat siswanya mencapai ratusan. H. Moh. Rais mengatakan, dalam hal prioritas pembangunan sekolah itu, pihaknya mengacu pada tiga faktor, yaitu segi effisiensi, manfaat dan resiko, artinya menurut Moh. Rais, sebelum memutuskan salah satu sekolah memperoleh bantuan revitalisasi pembangunan, maka pihaknya terlebih dahulu akan mengadakan pembanding dengan sekolah yang sama-sama membutuhkan revitalisi itu. Sementara itu Ketua Karang Taruna HARAPAN Cellong, Ach. Silasa, HR mengatakan, dengan kondisi bangunan SDN Pajanangger I yang sudah tidak layak pakai dengan jumlah murid 223 siswa, kegiatan KBM tidak sempurna, sebab selain ruangan kelas dipetak-petak, apabila cuaca buruk terpaksa murid-muridnya dipulangkan, karena dikhawatirkan terjadi musibah seperti tahun 1999, ketika KBM berlangsung, satu unit bangunan roboh, meskipun pada peristiwa itu tidak ada korban. ( Yasik, Esha )