Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-10-2015
  • 527 Kali

Evaluasi Pelayanan Kesehatan JKN Di Kabupaten Sumenep

News Room, Selasa ( 06/10 ) Masalah pelayanan kesehatan menjadi sebuah masalah serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumenep. Karena itu, perlu dilakukan evaluasi, agar berbagai kendala yang terjadi dalam pelayanan kesehatan dapat segera diatasi dengan baik.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Rapat Evaluasi Pelayanan Kesehatan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep di Hotel Utami Sumenep, Selasa (06/10).

Menurutnya, 3 hal penting dalam pelaksanaan administrasi publik, yakni program, implementasi, dan evaluasi.

“Melalui evaluasi, kita bisa melihat terhadap program yang mana yang harus ditingkatkan dan mana yang perlu disempurnakan, atau bahkan program yang tidak perlu dilaksnakan lagi,”ungkapnya.

Diakui pula, jika permasalahan besar yang dihadapi Kabupaten Sumenep terhadap pelaksanaan program pelayanan kesehatan, yakni karena tingkat pendidikan masyarakat yang mayoritas masih lulusan SD, sehingga diperlukan kesabaran dan ketelatenan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat oleh para petugas kesehatan. Karena, terkadang kebijakan nasional tidak bisa diterapkan begitu saja di daerah.

“Kami sadari kesulitan yang dihadapi petugas di lapangan, ketika menghadapi masyarakat ekonomi lemah, dan kurang memiliki pendidikan, sehingga kami harus mencari solusi seperti halnya mempermudah pelayanan,”tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. A. Fatoni, M.Si mengungkapkan, kegiatan evaluasi pelayanan kesehatan JKN, yakni untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat, serta untuk pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan, sehingga tercapai terlaksananya JKN secara efektif, efisien, proporsional, dan profesional.

“Disamping itu, secara khusus untuk kesejahteraan masyarakat dengan terpenuhinya pelayanan kesehatan yang paripurna, merata dan bermutu, hingga memenuhi cakupan pelayanan kesehatan termasuk persalinan di Puskesmas, dan jaringannya, serta di Rumah Sakit,”jelasnya. ( Ren, Esha )