Media Center, Sabtu ( 09/12 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar peragaan busana batik sebagai rangkaian Sumenep Batik Festival Tahun 2017.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Ny. Nurfitriana Busyro Karim mengatakan, peragaan busana batik di acara Fashion On The Street, sebagai upaya nyata Pemerintah Daerah untuk memasyarakatkan dan melestarikan batik, terutama di kalangan generasi muda.
Itu dilakukan karena di tengah euphoria budaya modern, berbagai fashion dan busana modern, ternyata telah mengalahkan busana khas mayasrakat lokal.
"Saya berharap, Fashion On The Street bisa memotivasi semua pihak untuk makin mencintai dan melestarikan batik, karena apabila batik tetap lestari, tentu membawa nama baik Kabupaten Sumenep.”tegasnya di hadapan peserta dan undangan Fashion On The Street yang digelar di Taman Adipura setempat, Sabtu, (09/12).
Ia menyatakan, lestarinya batik Sumenep di tengah-tengah masyarakat juga berdampak terhadap sektor perekonomian daerah, mengingat semakin banyaknya peminat batik bisa menghidupkan perekonomian masyarakat.
"Apalagi batik Sumenep saat ini sudah menembus semua status sosial masyarakat mulai kalangan bawah hingga kalangan atas terbiasa menggunakan batik sebagai busana sehari-hari. Jadi ini yang harus kita lestarikan bersama supaya bisa menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.”imbuhnya.
Pelaksanaan peragaan busana batik yang digelar di areal Taman Adipura itu, pesertanya tidak hanya berasal dari Kabupaten Sumenep dan Madura saja, melainkan juga berasal dari luar Madura sebanyak 100 peserta, selain itu lomba fotografer diikuti sebanyak 60 peserta.
Ny. Nurfitriana Busyro Karim menambahkan, pulau Madura memiliki kekayaan busana yang sangat luar biasa, tetapi, hanya satu yang benar-benar telah menjadi ikon yakni batik.
“Keberadaan batik tak bisa dilepaskan dari pulau Madura, yang memiliki seni batik sangat primadona dan menggoda dunia karena kualitas serta motif-motifnya yang begitu khas, yang tidak akan dijumpai di daerah lain.”pungkasnya. ( Yasik, Fer )