Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-06-2013
  • 1392 Kali

Fenomena Alam Di Sumenep, Bukit Terbelah Dan Tanah Amblas

News Room, Sabtu ( 15/06 ) Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Sumenep selama sepekan ini, menimbulkan fenomena alam berupa bukit di Dusun Karongkong, Desa Matana Air, Kecamatan Rubaru, terbelah menjadi dua, pada Sabtu (15/06) pagi. Kejadian itu, membuat warga setempat panik. Karena terbelahnya bukit tersebut diikuti retakan bumi di areal pertanian warga dengan kedalaman sekitar 20 meter dan lebar 40 centimeter. Bahkan, enam rumah warga disekitar bukit itu temboknya retak, dan genting berjatuhan sehingga nyaris roboh. Karena khawatir akan terjadi sesuatu, sebagian warga yang bermukim disekitaran bukit terbelah tersebut, memilih mengungsi ke Desa tetangga. Salah satu warga setempat, As’ad menuturkan, sebelum bukit terbelah, memang terdengar suara gemuruh dan getaran yang cukup kuat. “Warga pun berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Karena, waktu itu semua benda bergetar termasuk rumah dan tanah. Genting berjatuhan dan tembok rumah retak hingga nyaris roboh,”tuturnya. Meski tidak ada korban jiwa, namun kedahsyatan getaran itu membuat tanah disekitar rumah retak dan bukit yang berjarak 200 meter dari pemukiman warga terbelah dua. “Kami tidak tahu. Kejadian alam ini begitu tiba-tiba. Sekarang warga berbondong-bondong mengungsi ke Desa tetangga. Saya sendiri pun juga ikut mengungsi ke rumah anak di Kecamatan Batuan,”ungkapnya. Peristiwa itu membuat warga mengalami kerugian besar, karena banyak tanaman cabe dan ketela pohon rusak. “Tanah yang retak dan terbelah itu sepanjang satu kilometer lebih,”ujarnya. Dalam waktu bersamaan, hal serupa juga terjadi di Dusun Kecer Laok, Desa Kecer, Kecamatan Dasuk. Tanah sepanjang 500 meter tiba-tiba amblas, dengan kedalaman 20 meter dan lebar sekitar 700 meter. “Gejala sebelum tanah ini amblas, memang terdengar suara gemuruh tapi tidak ada getaran. Karena penasaran warga keluar rumah dan mendapati tanah amblas. Anehnya retakan tanah itu bergerak, awalnya hanya 1 meter, tapi lama-kelamaan panjang menjadi 500 meter dengan kedalaman sekitar 20 meter dan lebar 700 meter,”terang Siti Hatijah, warga Desa Kecer, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep. Selain itu, jalan aspal di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, juga amblas. Akibatnya, warga harus berhati-hati disaat melewati jalan tersebut, karena amblasnya jalan tersebut menjadi kubangan air. “Diduga amblasnya jalan ini karena tergerus sungai yang berada sekitar 10 meter dari jalan itu tidak bisa menampung debet air yang cukup besar akibat hujan selama sepekan lebih mengguyur wilayah Sumenep. Akibatnya air menggenangi jalan, karena terlalu lama digenangi air sehingga jalan amblas,”pungkas Syamsul Huda, Sekretaris Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep. ( Nita, Esha )