News Room, Selasa ( 12/08 ) “Bulan Tertusuk Sansevieria†menjadi tema dilaksanakannya Festival Flora Kemerdekaan, yang digelar kelompok pencinta tanaman hias Madura Sansevieria Society (MSS) di Lapangan Gotong Royong Kabupaten Sumenep, mulai 8 hingga 18 Agustus 2008. Puisi “Bulan Tertusuk Ilalang†karya penyair Nasional asli Sumenep, D. Zawawi Imron, menjadi inspirasi dilaksanakannya kegiatan yang juga menggelar Kontes Sansiveria, Anthurium, dan Tanaman Sukulen ini. Hal itu diungkapkan Januar Herwanto, selaku Ketua Pelaksana Festival, saat ditemui disela kegiatannya di areal festival. “Amerika melalui NASA membawa Sanseviria ke bulan untuk diteliti, dan butuh 25 tahun untuk memahami tanaman ini. Untuk itu, festival ini selain sebagai ajang bisnis, kami juga mengajak para petani untuk lebih memahami dunia ilmu pengetahuan atau knowledge. Pola berfikir mereka harus merdeka untuk ilmu pengetahuan,â€Âkata Januar yang juga pemilik galeri tanaman Ghai’ Bintang ini. Selanjutnya Januar mengatakan, dengan memahami ilmu pengetahuan, para petani tidak hanya bergantung dari kebiasaan-kebiasaan tanam semata. Semuanya akan terukur dan terpola dengan baik. Bahkan, para petani akan memiliki wawasan lebih dalam menentukan jenis tanaman dan kapan untuk menanam. Sementara itu, Kepala Bidang Agrobisnis Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep, H. Chusnur Rofik, SP, M.Si yang datang meninjau pelaksanaan Festival berkomentar, bahwa pelaksanaan festival dan pameran tanaman hias ini sangat membantu para petani, pedagang dan pencinta tanaman hias untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Sedangkan Ketua INOT’s Enterprise, Toni Sudarjo, selaku Event Organizer festival ini mengatakan, dirinya sangat antusias dan memberikan apresiasi tinggi untuk pencinta tanaman hias di Kabupaten Sumenep. Menurutnya, gaung Sumenep sudah sampai jauh ke seberang, seperti Surabaya, Gresik, Jombang dan daerah lainnya di Jawa Timur. “Luar biasa untuk Sumenep. Kami sangat antusias, sebab hampir setiap ada kontes tanaman hias, juara-juaranya banyak yang dari Madura khususnya dari Sumenep. Kami tidak hanya mengangkat Sanse dan anthurium, tapi juga jenis tanaman lain,†ujar Toni Di Festival yang sekaligus pameran ini, sebanyak 40 stand tanaman ikut hadir dari berbagai daerah seperti Banyuwangi, Kediri, Surabaya, malang, Ngawi, Gresik dan daerah lainnya di Jawa Timur. ( Adjie, Esha )