News Room, Selasa ( 03/11 ) Kegiatan seni dan budaya di Sumenep memiliki geliat yang kuat. Meski selama ini masih belum tersentral. Umumnya kegiatan tersebut masih berjalan secara parsial, dalam bentuk perkumpulan sanggar, dan lain sebagainya. Hal inilah yang kemudian membuat salah satu sastrawan Sumenep sekaligus salah satu pendiri Forum Bias yang telah lama mati suri, Syaf Anton, berinisiatif menghidupkan kembali forum seni dan budaya yang lahir 1995 silam.
"Awalnya bermula pada permintaan kalangan adik-adik sastrawan dan budayawan muda yang sepertinya secara tidak langsung memang membutuhkan semacam tempat berkumpul secara terpusat. Karena selama ini masih berjalan sendiri-sendiri," kata Anton, pada News Room.
Anton berencana menghidupkan kembali Forum Bias yang dirintisnya bersama beberapa sastrawan senior Sumenep untuk menambah gairah berkesenian dan berbudaya. Apalagi di waktu awal-awal berdirinya Forum Bias memang menjadi tempat keluh kesah, kritik, debat, dan pergulatan ide mengenai sastra dan budaya. "Pergulatan ide dan sebagainya itu penting. Karena itu juga merupakan nafas dalam kegiatan seni dan budaya. Tanpa adanya pertukaran pikiran maka geliat seni dan budaya akan lemah," tambahnya.
Sebagai langkah awal, Anton berencana menggelar pertemuan umum dengan segala unsur yang peduli pada eksistensi seni dan budaya di Sumenep. Rencananya, pertemuan itu akan dilaksanakan pada hari Minggu (08/11), pukul 08.30 pagi. "Dikemas dalam bentuk dialog. Lokasinya di Rumah Adat bapak Eko Suhartono Hadie di Jalan Ahmad Yani, Pajagalan," tutupnya. ( Farhan, Esha )