Media Center, Rabu ( 31/10 ) Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) menobatkan Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si dan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH sebagai tokoh budaya nusantara.
Ketua Umum FSKN, Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat mengatakan, pihaknya menobatkan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep sebagai tokoh budaya nasional alasannya, mereka dan masyarakat telah berusaha melestarikan budaya dan adat masyarakat Kabupaten Sumenep.
“Dari Sumenep nusantara bersatu kembali, dari Sumenep nusantara damai dan dari Sumenep kita berdoa bersama untuk Indonesia yang aman, damai dan sejahtera serta terhindar dari bencana.” jelasnya pada penutupan Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) ke V Kabupaten Sumenep dan Parade Musik Tong-tong se-Madura memperingati Hari Jadi ke-749 Kabupaten Sumenep tahun 2018 di depan Masjid Jamik, Selasa (30/10) malam.
Ia mengakui masyarakat Sumenep mampu menjaga dan melestarikan kekayaan seni budaya serta mengembangkan potensi daerahnya yang sangat luar biasa seperti wisata, kuliner dan kerajinan.
“Kami sudah melihat dan menikmati potensi Sumenep, namun akibat waktu yang terbatas tidak semua dikunjungi oleh peserta FKMA ke V. Yang jelas FKMA ke V di Kabupaten Sumenep dihadiri oleh 300 raja, sultan dan ratu serta sebanyak 1.500 seniman bersama prajurit keraton.” imbuhnya.
Sementara Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim M.Si mengungkapkan, para tamu Pangeran, Kesultanan se-ASEAN tidak bosan datang ke Sumenep untuk menikmati wisata alam.
Apabila sebagai tuan rumah pelaksanaan FKMA ada kekurangan atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep dan masyarakat meminta maaf kepada semua peserta FKMA ke V yang dilaksanakan sejak 27 hingga 31 Oktober 2018.
“Mohon maaf sebesar-besarnya, manakala ada kekurangan pada pelaksanaan FKMA tahun ini. Biarlah segala kekurangan disimpan di hati saja, dan segala keindahan dan keistimewaan diinformasikan kepada masing-masing masyarakatnya terutama potensi dan atraksi wisata di Sumenep.” tutur suami Nurfitriana ini.
Pada acara itu juga diadakan doa bersama raja dan sultan di acara penutupan FKMA yang dipimpin oleh Bupati.
“Jauhkan negeri ini dari segala bencana, jauhkanlah kami dari segala fitnah dan jauhkanlah kami dari segala adu domba dan ujar kebencian serta perpecahan.” kata Bupati yang diamini oleh semua yang hadir di areal depan Masjid Jamik Sumenep.
Setelah penutupan FKMA dan doa bersama, raja, sultan serta peserta FKMA menyaksikan penampilan peserta musik tong-tong. Parade Musik Tong-tong se-Madura memperingati Hari Jadi ke-749 Kabupaten Sumenep tahun 2018 diikuti oleh 24 kelompok. ( Yasik, Fer )